To Become an Expert in Islamic Economics

Dimana Sekolah Untuk Belajar Kehidupan? (End)

LIFE'S GREATEST LESSONS

Hal Urban
Jakarta, 2004
Gramedia Pustaka Utama

Melanjutkan tulisan pada tanggal 7 Februari, apa ada sekolah yang mengajarkan kita tentang kehidupan?.
Yuk, kita cari tahu melalui ulasan buku ini. 

Tulisan 6 Bab 6 (Hal. 71-82)
"Kebiasaan Adalah Kunci Untuk Semua Kesuksesan"

Ala bisa karena biasa, yah pepatah lai dari Indonesia yang menggambarkan bahwa kebiasaan akan adapt meningkatkan kemampuan.

OG MANDINO__Sebenarnya, satu-satunya perbedaan antara mereka yang gagal dan mereka yang sukses terletak pada perbedaan kebiasaan-kebiasaan.

Kebiasaan memiliki pengaruh besar pada diri kita secara pribadi. Tentunya untuk melatih kebiasaan ini sangat sulit. Tapi yakinlah, kesulitan di awal akan berbuah manis di akhir. Tak banyak yang bisa saya tuliskan, karena saya sendiri memang yakin bahwa kita harus membentuk kebiasaan. Perlahan, tapi tetap dengan waktu yang ditentukan, dilain tulisan dalam buku ini dinyatatakan bahwa "Tujuan adalah Cita-cita Yang Memiliki Batas". 

Kebiasaan pada akhirnya akan menjadi karakter, maka ubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk menjadi kebiasaan-kebiasaan baik. Begitu banyak orang yang tergoda dengan kesuksesan yang tampak dari luar seperti harta tapi lupa mengasah kesuksesan dari dalam yaitu kebiasaan baik. 

Diakhir tulisan ini, terselip pernyataan dari Aristoteles:
"Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kesempurnaan, dengan demikian, bukanlah tindakan, tetapi kebiasaan."

Tulisan 15 Bab 15 (Hal. 178-190)
"Orang-orang Sukses Tidak Mencari Waktu, Mereka Menciptakan Waktu"

ALAN LAKEIN__Waktu adalah kehidupan. Waktu tidak dapat dibalikkan dan tidak dapat digantikan. Menyia-nyiakan waktu Anda adalah menyia-nyiakan hidup Anda, tetapi menguasai waktu Anda berarti menguasai kehidupan Anda dan menghasilkan darinya yang terbaik.

Apa masih ada alasan bagi kita untuk menunggu?
Apa masih ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda?
Apa masih ada alasan bagi kita untuk mengatakan, sebentar?

Pada buku ini dijelaskna bahwa untuk menguasai waktu ada 4 cara yang bisa dilakukan yaitu;
  1. Rencanakan hari Anda
  2. Buatlah janji dengan diri Anda sendiri
  3. Gunakan pendekatan waktu sedikit demi sedikit
  4. Pahami waktu Anda yang paling produktif
Untuk umat Muslim kita pasti sering dengar tentang manajemen waktu ini, 
"Waktu ibarat pedang, jika bukan kamu yang membunuhnya, maka dia akan membunuhmu"

Tulisan 18 Bab 18 (Hal. 217-225)
"Tidak Apa-apa Gagal, Orang Lain Mengalaminya Juga"

JOSEPH SUGARMAN__Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, Jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yang tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.

Pada buku ini dituliskan bahwa, kegagalan dapat mengajarkan kita banyak hal, diantaranya;
  1. Belajar untuk merendah
  2. Belajar untuk mengoreksi cara kita bertindak.
  3. Belajar untuk memahami bahwa tidak semua yang kita mau harus kita dapatkan saat itu juga.
  4. Belajar menguatkan karakter
  5. Belajar untuk tetap gigih
  6. Belajar bertahan dari kekalahan
Diakhir tulisan ada sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh H. STANLEY JUDD
"Jangan takut untuk gagal. Jangan membuang tenaga untuk mencoba menutupi kegagalan. Belajarlah dari kegagalan-kegagalan Anda dan teruskan dengan tantangan berikutnya. Tidak apa-apa gagal. Jika Anda tidak gagal, Anda tidak berkembang"

Intinya, tidak ada sekolah untuk belajar tentang kehidupan.
Setiap kejadian yang kita alami, adalah pembelajaran. 
Mari belajar teman dan selamat belajar .... 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Antara Buku Fisik dan Buku Elektronik

Kehidupan terus berubah. Perubahan kehidupan ini tentunya karena ada yang mengkaji ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Jika tidak ada kaj...

Bee

Bee
Bee

Pages