To Become an Expert in Islamic Economics

Jangan Jadi "Taklidul 'Ama" Dalam Berinvestasi

Dalam rentang satu tahun belakangan ini, berbagai macam bentuk investasi banyak bermunculan. Puncaknya ketika terjadi lock down total karena pandemi COVID-19. Masa rebahan kala itu, dengan berbagai masalah yang menyeruak yang disebabkan oleh pandemi, memunculkan banyak kreativitas dari masyarakat. Salah satunya adalah membagi informasi melalui media sosial tentang berinvestasi.

Investasi jika dimaknai secara sederhana adalah meletakkan sejumlah uang pada badan usaha tertentu dengan harapan mendapatkan pengembalian yang baik dalam bentuk keuntungan. Investasi dapat berupa pembelian barang mewah seperti berlian dan permata, ada juga investasi dalam bentuk pembelian rumah atau Tanah, dan yang sedang marak saat ini, bahkan yang digrandungi oleh anak muda adalah investasi dalam bentuk saham, reksadana, obligasi, sukuk, dan tak ketinggalan emas. 

Invetasi yang ditawarkan saat ini, tak mengharuskan pemodalnya memiliki uang dalam jumlah besar. Bisa dimulai dari 100.000 ribu rupiah saja, sudah bisa memulai investasi dalam bentuk reksadana.  Bahkan untuk membeli sukuk saja bisa dimulai dengan meletakkan dana sebesar Rp. 1.000.000 rupiah. Untuk emas saja, sudah ada emas dengan pecahan 0,1 gram. Cocok dengan ungkapan "sudah seperti membeli kacang goreng" tepat untuk kondisi ini, karena semakin mudahnya masyarakat berinvestasi. Dalam sebuah percakapan, saya pikir-pikir benar juga kata teman saya, bisa saja suatu saat emas jadi komoditas yang tak bernilai karena melebihi garis permintaan pasar. Ingat ya, saya nulisnya bisa saja, jadi belum tentu. (mari melatih diri untuk tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum informasi yang didapatkan sempurna)

Untuk itu, jangan sampai hanya ikut-ikutan trend. Dalam berinvestasi segala kemungkinan bisa saja terjadi, maka semua informasi dari segala sisi tentang tempat di mana uang kita akan diivestasikan haruslah akurat. Berikut saya coba bedakan ragam investasi mulai diperbincangan kembali akhir-akhir ini:

Reksadana
Reksadana cocok diikuti oleh pemodal yang tidak memiliki banyak dana Untuk diinvestasikan serta tidak memiliki banyak waktu dan keahlian dalam mengukur tingkat resiko dalam berinvestasi. Reksadana ini akan dikelola oleh menajer invetasi yang berbentuk kumpulan efek. Bagi kita yang tidak terlalu mahir dalam membaca resiko atau tingkat pengembalian, reksadana bisa menjadi salah satu pilihan dalam berinvestasi. Untuk mendapatkan informasi Tentang reksadana ini, teman bisa datang ke bank syariah. Bank syariah bisa membantu memberikan informasi tentang ini. Ingat kawan, bank bukan hanya tempat untuk menabung dan meminjam saja ya.

Saham
Saham adalah bentuk penyertaan modal pada sebuah badan usaha atau perusahaan. Ketika kita memiliki saham artinya kita memiliki bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Besar suara yang bisa kita berikan adalah sesuai besar saham yang kita punya, biasanya sekitar 30% barulah kita memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Untuk berinvestasi saham, kita harus memiliki kemampuan dalam menghitung resiko yang terjadi, jika tidak dana yang kita investasikan bisa sia-sia. Untuk memilih saham yang akan dibeli biasanya kita bisa menganalisa laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Mulai dari beban utang yang dimiliki perusahaan, kelancara sirkulasi keuangan dari perusahaan tersebut, tingkat keuntungan yang dihasilkan dan lain sebagainya. Bagi kita yang tidak memiliki keahlian untuk ini, tidak disarankan untuk berinvestasi di sini. 

Sukuk
Mungkin istilah sukuk ini masih asing di telinga kita. Sukuk di dalam ekonomi konvensional hampir sama dengan obligasi. Selain berbeda pada akadnya, perbedaan yang paling mencolok adalah terletak pada underlying asetnya. Underlying aset adalah aset yang menjadi landasan untuk sebuah badan usaha menjual surat berharga tersebut. Pada obligasi, underlying aset yang akan dibiayai tidak harus ada, sedangkan pada sukuk, underlying aset adalah hal wajib yang harus diketahui oleh investor. 

Untuk bisa berinvestasi pada sukuk teman-teman bisa datang ke lembaga mitra salah satunya bank syariah. Untuk berinvestasi di sukuk teman-teman tidak harus merogoh kocek dalam-dalam, 1 juta rupiah sudah bisa menjadi langkah awal teman-teman berinvestasi pada instrumen inventasi satu ini.

Emas
Emas saat ini sangat digandrungi, berinvestasi pada pembelian logam mulia ini menjadi salah satu investasi paling aman dari jenis inventasi tiga sebelumnya menurut saya dari sisi menganalisa resiko, satu-satunya resiko jika kita berinvestasi pada emas adalah masalah kehilangan. 


So, teman-teman harus pintar-pintar dalam memilih invetasi ya. Pilih investasi yang sesuai dengan kemampuan modal, kemampuan dalam memilah-milih informasi dan kemampuan dalam menganalisa resiko. Jangan lupa, untuk tidak meletakkan dana pada satu bentuk investasi saja.

Dan yang lebih penting lagi, jangan lupa berinvestasi akhirat melalui Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf ya ... See you ...

Semoga bermanfaat

 Taklidul 'Ama : Ikut-ikutan tanpa tahu maksud dari pembicaraan. 
Share:

4 komentar:

  1. Thank you tuk informasinya, sangat membantu..
    .
    .
    Tulisan selanjutnya bisa nulis tentang masing2 investasi lebih detail lagi kah? Atau bisa lewat pengalaman orang yang pernah mencoba 4 investasi di atas.

    Dan kalau sukuk dan reksadana sudah buka di bank syariah mana saja, tolong update tulisan ya pada saat pendaftaran masih dibuka.... Saya mau coba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama ....
      Baik, ntr coba dicarikan infonya ....
      Makasih udh kasih ide untuk judul tulisan selanjutnya ....

      Hapus
  2. Semoga istiqomah dalam menulis dan berbagi ilmunya ustadzah

    Terima kasih infonya

    BalasHapus

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Antara Buku Fisik dan Buku Elektronik

Kehidupan terus berubah. Perubahan kehidupan ini tentunya karena ada yang mengkaji ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Jika tidak ada kaj...

Bee

Bee
Bee

Pages