To Become Expert in Islamic Economics

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Ada Ikatan Dalam Tulisan


Jauh sudah kaki melangkah melewati garis-garis putih yang menghantarkan sampai tujuan. Pertemuan dan perpisahan silih berganti menemani selama perjalanan. Aku yang selalu dicekoki bahwa Ilmu adalah lebih dari segalanya. Bahkan harta yang ku genggampun, jika tak memiliki Ilmu untuk menjaganya akan sırna sekejap mata. 

Sepeninggalnya, warisan tentang Ilmu ini yang ku patri sampai ke sanubari. Teringat kenangan setiap kali Beliau mengunjungi selepas menunaikan tugas, hadiah buku adalah hadiah spesial yang selalu Beliau berikan kepadaku. Diantara Aku dan adik-adikku, hadiahku tak pernah berganti, selalu buku, dan lucunya aku tak pernah bosan untuk itu. Di lain waktu, Beliau kumpulkan email-email dengan berbagai Ilmu, dan diberikannya kepadaku, dan lagi aku selalu senang menerima itu. 

Kumpulan tulisan-tulisan itu yang menemaniku selama perjalanan hidupku sampai masa perpisahan itu. Hingga Aku selalu gelap mata jika harus ke toko buku dari pada beli baju. Tulisan-tulisan itu yang menjagaku dengan berbagai bentuk kehidupan yang tak menentu. Tulisan-tulisan itu mengingatkan Aku bahwa ilmu adalah nomor satu. Karena jika tak berIlmu Aku tak mengenal Tuhanku. 

"Ya, ternyata Aku terikat dengan tulisan-tulisan itu. Tanpa ku sadari,
ada ikatan di dalam tulisan itu"

- Aku terpengaruh dengan tulisan-tulisan itu. Terima kasih kepadamu yang telah mengenalkan Aku dengan tulisan-tulisan yang megah dan cantik itu. Padanan kata yang sempurna, sistematika tulisan yang rapi berurutan. Aku belajar banyak dari tulisan-tulisan itu. -
Share:

Aku Rindu Skrup Kecil Itu; Prof. DR. H. Amiur Nuruddin, MA

Mengenalnya adalah sebuah kehormatan. Ada banyak ilmu yang ku dapatkan darinya. Beliau adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara, Prof. DR. H. Amiur Nuruddin, MA. 

Dalam perjalanan akademis-ku, Beliau salah seorang yang memiliki peran besar. Beliau pernah menjadi pembimbing 1 ku ketika menyelesaikan tugas akhir strata 1 di Fakultas Syariah UIN Sumatera Utara yang dulu mesih IAIN Sumatera Utara. Ketika Aku berniat melanjutkan ke jenjang strata selanjutnya, Beliau juga yang memberikan rekomendasi dan bahkan Beliau juga mengajar pada mata kuliah Alquran untuk Ekonomi Islam. Dan lagi, beberapa minggu yang lalu, Beliau juga salah satu pemberi rekomendasi untuk melanjutkan jenjang pendidikan doktoral-ku. Saat ini, di menit Aku menuliskan ini, Aku sedih mengingat sosoknya yang selalu riang dan selalu berisi 'daging" semua kita sesekali cerita tentang apa saja. 

Mengapa Aku sedih? Selesai Beliau membubuhkan tandatangannya di kertas rekomendasi yang ku bawa, Istri Beliau berujar "tinggal ini lagi yang berharga Do".... Nyessss. 

Ya, beberapa tahun belakangan ini Beliau tidak lagi aktif seperti dulu, Tuhan sedang memberikan Beliau rezeki untuk dapat beristirahat. Beliau sedang diberi rezeki sakit. Aku selalu berharap tentang kesembuhannya, karena setiap kali Aku berkunjung ada saja ilmu atau informasi baru tentang Dunia Ekonomi Islam yang ku dapatkan. Yang ketika menceritakan itu, Beliau selalu sangat bersemangat memberikan dorongan kepada kami untuk bisa mengembangkan Ekonomi Islam ini.

Dulu, Beliau sangat aktif menulis, tulisannya termuat di koran, majalah bisnis dan tentunya Buku. Beliau rajin membaca dan menulis pada dini hari. Di saat orang lagi istirahat, Beliau bangun untuk melakukan kegemarannya, membaca dan menulis. Kesenangannya pada Ekonomi Islam bukan karena latar belakang pendidikannya ekonomi, tapi karena  pengalamannya semasa sekolah dulu. Orang tua Beliau petani, akan tetapi tak menyurutkan langkahnya untuk menempuh pendidikan hingga bergelar Guru Besar untuk Fakultas FEBI UIN SU. Bahkan, ketika menempuh doktoral beliau pernah tidur di atas menjahit di Tanah Abang. Beliau sangat senang belajar. Sehingga, apapun kesulitannya Beliau akan tempuh dan hasilnya tidak sia-sia. 

Semangat ku untuk melanjutkan kuliah lagi salah satunya karena semangat Beliau mengembangkan Ekonomi Islam yang kini sedang terhenti, dan Aku berharap ada episode baru yang bisa menghantarkan namaku bersanding dengan nama Beliau di sebuah karya ilmiah Ekonomi Islam yang bisa berkontribusi pada lingkungan sekitar. Aamiin. Semoga. Insya Allah. 

Sehat Selalu Bapak, dan Ibu yang selalu semangat menjaganya.  

“Jika tak ada skrup, mobil yang gagahpun tak bisa berjalan. Maka, tak selamanya yg tak tampak itu tak penting. Terus saja berbuat.”






Share:

Kamu Suka Uang?

Kamu suka uang?
Apa ada manusia di Dunia ini yang Tidak suka uang?
Jika pertanyaannya, Aku ganti menjadi .. "Kamu Butuh Uang?"
Apakah jawabannya akan tetap sama?

Entah mengapa, tiba-tiba berhari-hari kata "uang" ini terus saja terlintas dibenakku. Tanpa sengaja beberapa hari belakangan juga aku terus dikuatkan dengan berbagai argumen yang terus menguatkan argumen Ayah bahwa jangan jadikan uang sebagai tujuan untuk berbuat sesuatu, walaupun untuk berbuat sesuatu kita membutuhkan uang.  

Alm. Ayah pernah berkata bahwa, warisan yang tidak akan pernah habis adalah ilmu. jika diubah dalam bentuk percakapan mungkin kira-kira begini;
Ayah    : Kak, suatu saat, jika ayah meninggal, mungkin ayah Tidak bisa memberikan harta yang banyak dalam bentuk materi, tapi Ayah punya harta yang bisa kakak gunakan seumur hidup, ILMU.
Aku      : Maksudnya, Yah?
Ayah    : Dengan ilmu, kamu bisa menjalani hidupmu. Tanpa ilmu, walau materi berlimpah, tetap tidak ada gunanya, karena kamu tidak punya ilmu untuk menjaganya. Jadi, jangan berhenti belajar, dimanapun dan dengan siapapun.

Sekarang sudah 16 tahun Ayah tidak bersamaku, argumen beliau perlahan tapi pasti terus dibukakan jawabannya.  
Pengalaman 1
Suatu kali aku berbincang dengan temanku di kantor, Dia expert di bidang tulis menulis, dan Dia memberikan pernyataan bahwa ke depan kualitas seseorang jauh diperhitungkan daripada hanya sekedar kekuatan uang. Dari pernyataan ini Aku mencoba mengambil makna lain yaitu, Pertama, kualitas seseorang tak akan JADI dalam satu malam, butuh proses untuk membuat diri menjadi berkualitas, dan kualitas ini tentunya melalui ilmu yang terus dikembangkan tiada henti. Kedua, jika seseorang sudah berkualitas, tentunya dibidang masing-masing, maka dengan sendirinya "uang" akan mengikutinya.

Pengalaman 2
Nessie Judge, yup, salah satu youtuber dengan model story telling ini dalam wawancaranya bersama Deddy Corbuzier menceritakan pengalamannya hingga pada akhirnya dia memiliki team untuk membuat konten di youtube yang sebelumnya Dia kerjakan sendiri karena kegemarannya dalam bidang editing dan story telling. Dia memulai membuat konten 2013, dan mulai di-notice oleh netizen 2017. Butuh 4 tahun Dia bertahan hingga menjadi seperti saat ini. Mungkin dengan kata lain bisa kita sebut dengan Konsisten. Dalam terusan percakapannya, Dia memberi pernyataan bahwa segala sesuatu yang diniatkan hanya untuk mengejar uang tidak akan bertahan lama. Tapi, jika seseorang mengerjakan sesuatu atas dasar apa yang ia cintai dan bermanfaat, maka dampaknya adalah orang-orang akan respect dan akan cinta juga dengan apa yang dia kerjakan dan pastinya karena sudah disukai maka sesuatu yang di-create tersebut akan bertahan lama. 

Pengalaman 3
Lagi-lagi dari Hasil nonton youtube, dari ngobrol-ngobrolnya Dr. Tirta dan Helmi Yahya. Dr. Tirta terkenal dengan dokter pengusaha. Eits, jangan nge-judge dulu, Dia memulainya usahanya dengan menjual gorengan sambil kuliah. Dia anak orang berkecukupan, Ayah dan Ibunya adalah pengawai bank, lantas tidak serta merta membuatnya manja. Usaha pertamanya adalah menjual gorengan, jual jam tangan cewek, jasa cuci sepatu dan sekarang yang sedang berkembang dengan team adalah sepatu dengan brand lokal. Di awal percakapan ada salah satu pertanyaan cepat yang dilontarkan Helmi kepada nya. "Pilih Kaya Atau Terkenal?" Dr, Tirta menjawab Terkenal, alasan yang dilontarkannya adalah "Karena ketika terkenal kita bisa membuat kebaikan lebih baik kepada orang", kenapa tidak kaya? kan bisa membantu Lebih banyak orang., Lagi Dr. Tirta Menjawab " Tidak ujarnya, Belum tentu, ketika kita sudah dibutakan oleh banyak uang, kaya itu dengan istilah materi, karena berbuat baik itu belum tentu harus kaya, berbuat baik itu bisa saja ketika lagi miskin" . 

dan banyak lagi pengalaman-pengalaman lainnya. Dalam hidup, benar kita butuh uang, tapi uang jangan dijadikan tujuan. Bahkan tanpa disadari, mungkin di dalam fase kehidupan kita, kita pernah menjadikan uang sebagai "Tuhan", yang menjadikan Tuhan kita marah sehingga uang itu tak kunjung didekatkan kepada kita. Astagfirullahaladzim. 

Stay Health, Stay Positive.
Jangan lupa untuk tidak berhenti belajar dimanapun dan dengan siapapun.
Tingkatkan kualitas dirimu dari semua sisi.
Dan Saling mendukunglah satu sama lain.

*mungkin untuk mendapatkan experiences yang berbeda, bisa langsung ke chanel youtube yang bersangkutan

Jum’at, 1 Januari 2021
Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Ada Ikatan Dalam Tulisan

Jauh sudah kaki melangkah melewati garis-garis putih yang menghantarkan sampai tujuan. Pertemuan dan perpisahan silih berganti menemani sela...

Bee

Bee
Bee

Pages