To Become an Expert in Islamic Economics

Tidak Ada Yang Salah Dengan Gangguan Kesehatan Mental


Agak berat ni kayaknya pembahasan kita kali ini. Atau mungkin mari kita membuatnya menjadi lebih ringan.

Saya salah satu penggemar K-Drama atau drama korea, tapi saya tidak suka yang bergenre romantis. Jika kebetulan ada materi yang bagus ya tidak terelakkan terpaksa ditonton juga. hehehe. Nah, sekitar beberapa bulan lalu saya tertarik dengan materi psikologi yang diulas dalam bentuk drama yang berjudul "Psycho, But It's Oke". Drama dengan materi psikologi ini menceritakan berbagai bentuk trauma yang dialami. Bahkan, ada rumah sakit khusus yang menangani pasien dengan latar belakangan trauma tertentu. Saya sendiri tidak tahu apakah di dalam dunia nyata ada rumah sakit seperti ini. Karena yang kita tahu, rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang kebanyakan pasiennya memang sakit hilang akal. 

Selain itu, beberapa hari lalu saya mencoba mendengarkan podcast yang dibuat oleh Iqbal Hariadi ft Audrey Maximilllian. Dengan Judul "Menjaga Kesehatan Mental Lewat Teknologi". Bahwa Audrey membuat perusahaan rintisan (start up) untuk membantu seseorang melepaskan bebannya. Salah satu peristiwa yang tak terlupakan ketika mereka merintis ini adalah salah satu temannya yang melakukan self harm (menyakiti diri sendiri) pada tengah malam. 

Pelajaran yang saya ambil adalah jangan sepele dengan orang-orang yang memiliki trauma masa lalu. Mungkin bagi kita itu hal biasa, tapi belum tentu dengan yang mengalaminya. Atau mungkin masalah yang dihadapi sama, tapi belum tentu cara penyelesaian dan penerimaan setiap orang sama. So, jangan menghakimi seenaknya. 

Nah, bagaimana dengan yang mengalami trauma tersebut. Saya coba membantu menginventarisir;
1. Tuliskan apa yang membuatmu terjebak dengan trauma masa lalu?
2. Jika sudah, coba dibagi mana yang bisa dibagi dengan orang lain mana yang tidak?
3. Yang tidak bisa dibagi, coba dituangkan dalam bentuk tulisan, setelah ditulis untuk melapangkan pikiran, bakar atau simpan itu bisa menjadi pilihan.
4. Lakukan pendekatan rohani, baca kitab suci, rukiyah atau dalam bentuk yang lain.
5. Atau mendatangi orang yang ahli dibidangnya untuk kita bisa bercerita
6. Nah, jika sungkan kamu bisa coba mengatasinya melalui teknologi (cara yang paling up to date saat ini). Cara ini kamu tidak harus keluar rumah, kamu bisa curhat secara online. Tanpa bertatap muka.

Bagaimana? 
Dan yang paling penting dari semuanya adalah cobalah menerima secara perlahan segala kesakitan, penderitaan yang terpaksa harus kamu lalui di masa lalu. Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas peristiwa tersebut. Dan yang harus kamu yakini adalah bahwa kamu tidak sendiri. Ada Tuhan yang selalu memberi rahmat dan rahman kepada hambaNya.

Saya tahu, ini mungkin terlihat mudah ketika dibaca. Akan, tetapi cobalah terus hingga akhirnya kamu terbiasa atau bahkan lupa. Ingat, Kamu tidak sendiri. Ada Saya.

Mungkin untuk awal, hanya ini dulu yang bisa saya bahas. 

Bisa menghubungi saya di:
IG        : @arridhahrp
FB        : Arridha Harahap
Twitter  : arridha.harahap
IN        : arridha harahap
Blog    : arridha.com


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Antara Buku Fisik dan Buku Elektronik

Kehidupan terus berubah. Perubahan kehidupan ini tentunya karena ada yang mengkaji ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Jika tidak ada kaj...

Bee

Bee
Bee

Pages