To Become Experts of Islamic Economic

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Don’t Put Your Egg in One Basket

Saya coba menulis tentang investasi nih. Saya tertarik mengulas ini karena waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti ToT Pasar Modal Syariah yang diselengarakan oleh OJK. Saat ini, kita umat muslim sudah sangat dimudahkan dalam bermu’amalah dalam bentuk apa saja. Mulai dari perbankan, non perbankan seperti pegadaian, asuransi, dana pensiun dll, serta pasar modal. Saat ini kita tidak harus takut lagi untuk berinvestasi di lembaga keuangan apapun. Karena, prinsip syariah pada jasa keuangan sudah diterapkan. 

Pada kesempatan kali itu, salah satu tutor mengatakan bahwa “Don’t put your egg in one basket” yang dalam kalimat investasi bisa diartikan dengan “Jangan letakkan uangmu dalam satu bentuk investasi”. Seperti telur jika diletakkan dalam satu keranjang, ketika keranjangnya tersenggol atau jatuh, maka semua telur akan pecah semua. Sama halnya dengan investasi, uang kita harus diletakkan di beberapa model investasi dengan pertimbangan, jika salah satu investasi tidak berjalan sesuai harapan, makan masih ada jenis investasi lainnya. 

Dalam Islam, fungsi uang untuk berjaga-jaga diperbolehkan. Karena kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Maka menabung dalam bentuk investasi saham, sukuk atau reksadana dianjurkan. 

Nah, dunia kita saat ini sedang beradaptasi dengan kenormalan baru sejak dilanda covid-19. Beberapa bidang yang tadinya dapat menghasilkan keuntungan yang banyak sekarang lesu, malah industri yang tadinya tidak terlalu diperhitungkan menghasilkan keuntungan yang besar. Contoh yang paling konkrit seperti pabrik masker. 

Nah para kawla muda harus sudah bisa membaca ini, dan bersiap-siap dari sekarang agar tidak goyah di masa depan. Lagi-lagi nih, melalui K-Drama Start Up yang sedang On Going tayangnya, saya kembali diingatkan untuk bisa mengatur keuangan dengan baik dan tentunya membaca peluang. 

Pada salah satu karakternya, Han Ji Pyeong, dari muda sudah sangat jeli melihat peluang. Dia lebih baik menabung dari pada harus bermegah-megahan. Ya, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah. Semua expert selalu bermula dari the beginner. Jadi jangan cemas untuk menjadi pemula. Hingga pada saat dewasa Dia sudah menjadi investor yang diperhitungkan. 

Jangan lupa, nabi kita Muhammmad SAW juga begitu. Ditempah dari mudanya menggembala kambing, dan menjadi wirausaha muda pada usia dewasa dengan kejujurannya. Itu adalah bentuk integritas diri.

Kembali kepada investasi, teman-teman dari sekarang sudah bisa mensiasati bagaimana cara mengolah keuangan. Jangan hanya ditabung dalam bentuk tabungan saja. Tapi juga bisa ditabung dalam bentuk investasi seperti saham syariah, sukuk, reksadana syariah dan emas. Jika teman-teman kurang informasi mengenai saham syariah, teman-teman bisa datang ke bank syariah untuk berinvestasi sukuk atau reksadana syariah, ini lebih aman, karena dikelola oleh manajer investasi. 

So ayo gaes, yang muda yang berinvestasi nih. Kita tidak tahu apa yang terjadi hari esok, juga jangan lupa Muslim itu juga harus kaya kan, selain untuk melengkapi rukun Islam yang ke Lima juga bisa membantu mengembangkan peradaban melalui sekolah-sekolah, pasar-pasar dan sebagainnya. 

Ayo berinvestasi, investasi syariah tentunya. 
Share:

Tidak Ada Yang Salah Dengan Gangguan Kesehatan Mental


Agak berat ni kayaknya pembahasan kita kali ini. Atau mungkin mari kita membuatnya menjadi lebih ringan.

Saya salah satu penggemar K-Drama atau drama korea, tapi saya tidak suka yang bergenre romantis. Jika kebetulan ada materi yang bagus ya tidak terelakkan terpaksa ditonton juga. hehehe. Nah, sekitar beberapa bulan lalu saya tertarik dengan materi psikologi yang diulas dalam bentuk drama yang berjudul "Psycho, But It's Oke". Drama dengan materi psikologi ini menceritakan berbagai bentuk trauma yang dialami. Bahkan, ada rumah sakit khusus yang menangani pasien dengan latar belakangan trauma tertentu. Saya sendiri tidak tahu apakah di dalam dunia nyata ada rumah sakit seperti ini. Karena yang kita tahu, rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang kebanyakan pasiennya memang sakit hilang akal. 

Selain itu, beberapa hari lalu saya mencoba mendengarkan podcast yang dibuat oleh Iqbal Hariadi ft Audrey Maximilllian. Dengan Judul "Menjaga Kesehatan Mental Lewat Teknologi". Bahwa Audrey membuat perusahaan rintisan (start up) untuk membantu seseorang melepaskan bebannya. Salah satu peristiwa yang tak terlupakan ketika mereka merintis ini adalah salah satu temannya yang melakukan self harm (menyakiti diri sendiri) pada tengah malam. 

Pelajaran yang saya ambil adalah jangan sepele dengan orang-orang yang memiliki trauma masa lalu. Mungkin bagi kita itu hal biasa, tapi belum tentu dengan yang mengalaminya. Atau mungkin masalah yang dihadapi sama, tapi belum tentu cara penyelesaian dan penerimaan setiap orang sama. So, jangan menghakimi seenaknya. 

Nah, bagaimana dengan yang mengalami trauma tersebut. Saya coba membantu menginventarisir;
1. Tuliskan apa yang membuatmu terjebak dengan trauma masa lalu?
2. Jika sudah, coba dibagi mana yang bisa dibagi dengan orang lain mana yang tidak?
3. Yang tidak bisa dibagi, coba dituangkan dalam bentuk tulisan, setelah ditulis untuk melapangkan pikiran, bakar atau simpan itu bisa menjadi pilihan.
4. Lakukan pendekatan rohani, baca kitab suci, rukiyah atau dalam bentuk yang lain.
5. Atau mendatangi orang yang ahli dibidangnya untuk kita bisa bercerita
6. Nah, jika sungkan kamu bisa coba mengatasinya melalui teknologi (cara yang paling up to date saat ini). Cara ini kamu tidak harus keluar rumah, kamu bisa curhat secara online. Tanpa bertatap muka.

Bagaimana? 
Dan yang paling penting dari semuanya adalah cobalah menerima secara perlahan segala kesakitan, penderitaan yang terpaksa harus kamu lalui di masa lalu. Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas peristiwa tersebut. Dan yang harus kamu yakini adalah bahwa kamu tidak sendiri. Ada Tuhan yang selalu memberi rahmat dan rahman kepada hambaNya.

Saya tahu, ini mungkin terlihat mudah ketika dibaca. Akan, tetapi cobalah terus hingga akhirnya kamu terbiasa atau bahkan lupa. Ingat, Kamu tidak sendiri. Ada Saya.

Mungkin untuk awal, hanya ini dulu yang bisa saya bahas. 

Bisa menghubungi saya di:
IG        : @arridhahrp
FB        : Arridha Harahap
Twitter  : arridha.harahap
IN        : arridha harahap
Blog    : arridha.com


Share:

Dia Anak Manusia


Anak kecil itu sedang memulai dunianya
Dunianya tidak semulus teman-temannya yang lain
Tapi bukan berarti dia tidak bersyukur
Karena, dia tahu, masih banyak anak-anak sepertinya yang tidak senyaman dirinya.

Dia disayangi banyak orang 
Banyak yang memberikan perhatian kepadanya
Dari perhatian yang benar-benar tulus
Hingga perhatian yang sedikit usil

Dia sedang diajarkan banyak hal
Satu yang diinginkan ibunya
Bahwa dia harus percaya cara ibunya mendidiknya

Jangan membandingkan ibunya dengan ibu lainnya
Hanya itu yang ibunya harapkan 
Agar ibunya terus tetap kuat berada disisinya

Tidak ada ibu di dunia ini yang ingin melihat anaknya menderita 
Siapapun orangnya, apapun pekerjaannya
Sang ibu tak ingin anaknya tahu penderitaannya
Dan sang ibu tak ingin anaknya merasakan penderitaan 

Anak itu kini menapaki umurnya yang terus berkurang
Dan sang ibu berharap anaknya menjadi anak yang baik 
Begitulah harapan ibu dan semua orang yang menyayanginya 

23 Nov 2018


Share:

Aku Berdosa Kepada TuhanKu

 Ya Tuhan .....
Dalam beberapa keadaan, diam adalah solusi.
Tidak banyak berbicara agar tak menyakiti orang lain. 
Akan tetapi, di beberapa kesempatan yang lain berbicara adalah solusi. 

Sulit sekali menjalani amanahmu sebagai khalifah di bumi.
Tapi kita sudah bertemu dan berjanji sebelum kelahiran di bumi ini kepadaMu untuk menjalani ini. 
KepadaMu Tuhanku, kuatkan seluruh jiwa ragaku untuk melewati semuanya. 
Juga seluruh jiwa raga orang-orang yang sedang dalam kesedihan yang panjang.
Juga seluruh jiwa raga orang-orang yang sedang menjaga agamamu. 
Kepadamu aku berdosa ya Tuhanku. 

Tapi .....
Aku yakin, pengampunanmu lebih luas dari apapun. 
Jagalah aku dengan segala keyakinanku ya Rabbi.
Sampaikan maafku kepada orang-orang yg kusakiti hatinya. 
Bahwa kepergian hatiku dari sisi mereka adalah yang terbaik. 

Dengan segala kejadian di masa lalu yang membuat jiwaku terguncang. 
KepadaMu satu-satunya tempat mengadu y Rabbi. 
Kuatkan Aku. 

Jum’at 6 Nov. 16.40 wib
Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Don’t Put Your Egg in One Basket

Saya coba menulis tentang investasi nih. Saya tertarik mengulas ini karena waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti ToT Pasar Modal Syar...

Bee

Bee
Bee

Pages