Islamic Economic Activist . A Beginner Writer

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Karena Kamu Manusia

Karena Kamu Manusia

Siapa yang tahu perjalanan hidup manusia
TIdak ada yang tahu pasti jika yang menerka adalah manusia
Yang tahu pasti akan kehidupan si manusia itu adalah Sang Penciptanya
Sang Pencipta memberikan manusia pilihan-pilihan, untuk menjalani kehidupannya

Pilihan-pilihan si manusia itu 
Bisa jadi benar 
Dan tak jarang juga salah
Terus, jika salah apa semuanya berakhir .. TIDAK
Karena kamu manusia
Jalan salah juga cara untuk mencari jalan yang benar

Ketika kamu berkeluh kesah itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu lelah itu wajar, Karena kamu manusia
Ketika kamu menangis itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu manja itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu patah semangat itu wajar, karena kamu manusia
Dan banyak ketika-ketika yang lain, yang terjadi dikehidupanmu .. itu semua wajar, karena kamu manusia

Yang paling penting adalah bagaimana setelah “KETIKA” itu
Jika setelah ketika itu kamu berdiam dan tak mengusahakan apapun, itu TIDAK WAJAR ..
Karena Sang Pencipta sudah memberikanmu banyak kenikmatan untuk dapat memilih jalan keluar yang sudah disediakan

Jadi, tetaplah semangat
Tetaplah berdiri tegak
Tetaplah tersenyum
Walaupun dibalik semua itu ada kehidupan keras yang sedang kamu jalani dan perjuangkan
Karena Kamu Manusia
Share:

Berwakaf Di Era Milenial

Berwakaf Di Era Milenial

Rabu, 25 September 2019, tepatnya pada tanggal 25 Muharram 1441 Hijiriah, Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah mengadakan seminar wakaf yang berjudul “Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Wakaf”. Jauh dari judul yang menjadi headline tulisan saya. Karena di dalam seminar ini saya menemukan fakta-fakta baru tentang filantropi yang dimiliki oleh umat Islam ini. Ketika membahas wakaf ada baiknya saya tulis beberapa pengertian tentang Zakat, Infak dan Sedekah terlebih dahulu.

Pengertian Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf
Zakat adalah salah bentuk dana sosial yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam. Zakat sifatnya wajib, berbeda dengan infak, sedekah dan wakaf yang bersifat sunnah. Seorang muslim akan terkena wajib zakat dengan beberapa syarat, yaitu; Islam, Merdeka, Berakal dan Baligh serta Sudah sampai nisabnya. Besarnya wakaf adalah 2,5% dari harta. Persentase ini terbilang sedikit jika dibandingkan dengan Pajak yang besaran terkecilnya adalah 10%. Zakat sendiri, di dalam Alquran sudah ditetapkan siapa saja yang berhak menerimanya. Ada 8 Asnaf yang berhak menerima zakat yang tercantum di surat At-Taubah ayat 6, yaitu; Fakir, Miskin, Amil, Mu’allaf, Hamba Sahaya, Gharimin, Fi Sabililah, dan Ibnus Sabil. Saat ini penggunaan zakat tidak lagi bersifat konsumtif saja, ada juga wakaf yang bersifat produktif. Zakat yang bersifat konsumtif adalah zakat fitrah, yaitu zakat yang wajib diberikan sebelum terbit matahari di tanggal 1 Syawal atau yang kita kenal dengan hari raya Idul Fitri. Sedangkan zakat yang dapat diproduktifkan adalah selain zakat fitrah. Zakat produktif artinya zakat yang digunakan untuk kegiatan yag menghasilkan. Salah satu contoh dari zakat produktif adalah penggunaan zakat untuk dijadikan modal usaha. 

Infak dan Sedekah. Infak memiliki makna yang meliputi zakat dan non zakat. Dan infak cenderung berbentuk harta. Infak tidak seperti zakat yang harus disalurkan kepada 8 asnaf, infak dapat disalurkan kepada siapa saja yang membutuhkan. Berbeda dengan infak, sedekah maknanya lebih luas, sedekah dapat mencakup zakat dan infak serta kebaikan non-materi lainnya.

Wakaf juga sama seperti ZIS, salah satu bentuk filantropi yang ada pada agama Islam. Hanya bedanya adalah wakaf tidak ada batasan persentasenya, sama seperti infak dan sedekah. Dulu, wakaf yang kita kenal adalah berbentuk barang seperti mesjid, bangunan atau madrasah. Saat ini hasil ijtima’ ulama cara penggunaan wakaf tidak lagi hanya dibuatkan dalam bentuk bangunan madrasah atau mesjid saja. Asal pokok wakaf tidak habis, wakaf bisa dikembangkan lebih dari itu.

Zakat dan Wakaf Di Era Milenial
Tahun 2000 disebut tahun milenium. Maka beberapa istilah yang menggambarkan masa kini disebut dengan milenial. Wakaf ala milenial apa maksudnya?. Bagi saya maknanya adalah memberikan wakaf dan mengelolanya dengan cara-cara masa kini. Di dalam seminar wakaf yang diselenggarakan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Anang Rikza Mahadi, MA, yang familiar dengan sebutan Kiayai Anang menceritakan bagaimana Beliau mengelola Pesantren Tazakka dengan dana wakaf dan ZIS.  

Dalam materi seminar tersebut dijelaskan bahwa potensi pengembangan wakaf yang berupa uang tunai, sangat besar di Indonesia, berikut beberapa analisanya;
  1. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim
  2. Kesadaran berderma yang meningkat (termasuk kesadaran berwakaf)
  3. Kesadaran berekonomi shariah yang meningkat
  4. Dukungan dari lembaga pemerintah seperti BI, OJK, Menteri Keuangan, dan lembaga lainnya.
  5. Perkembangan fintech atau platform digital

Dalam perjalanannya, Tazakka terus menggali bentuk-bentuk wakaf tanpa melanggar syariah yang telah ditetapkan, pengalaman wakaf Tazakka terbentuk dalam beberapa ragam wakaf berikut;
  1. Wakaf aset
  2. Wakaf uang
  3. Wakaf melalui uang
  4. Wakaf manfaat
  5. Wakaf profesi
  6. Wakaf pengalihan hak 

Beberapa contoh, Tazakka membangun gedung dengan cara “lelang wakaf”, misalnya ada yang ingin berwakaf beberapa kelas dan sebagainya. Ada yang berwakaf melalui keahlian, salah satu contoh ada dokter yang berwakaf setiap jumat dari pukul 1 siang hingga pukul 4 sore, mewakafkan keahliannya sebagai dokter untuk mengobati anak santri yang bersekolah di Tazakka. Tazakka juga memberi kemudahan bagi pemberi wakaf uang dalam berwakaf dengan cara bekerjasama dengan lembaga jasa keuangan, dengan menggunakan mesin EDC. Jadi bukan hanya berbelanja saja dengan mesin EDC tapi juga bisa berwakaf. Dan juga sedang mencoba mendesain penggunaan QR code untuk mempermudah membayar zakat dan wakaf uang tunai. 

Untuk penggunaan zakat sendiri, menurut saya Tazakka sangat royal sekali memberikan bantuan yang sudah ditetapkan. Contohnya, anak santri yang sedang bersekolah di Tazakka, dan ditengah-tengah masa studinya, jika pemberi nafkah meninggal dunia, maka Tazakka akan menyalurkan beasiswa hingga masa studinya berakhir. Contoh lain, ada salah santri yang orang tuanya berkecukupan, si anak hafal 30 juz, maka Tazakka akan serta merta memberikan beasiswa bagi si anak karena telah berhasil menghafal Alquran tanpa melihat harta orang tuanya. Sedangkan orang tuanya, dapat menjadi orang tua asuh bagi santri yang lain. Sungguh luar biasa, bagaimana manajemen pesantren ini mengelola dana umat dengan sangat baik.

Dari pengalaman yang dipaparkan oleh beberapa nara sumber termasuk Kiayai Anang, saya berkesimpulan bahwa sangat mudah sekali mendapatkan pahala. Era digital yang sedang berkembang saat ini dapat juga dimanfaatkan sebagai ladang amal. Bahwa beramal bisa dimana saja dan kapan saja. Khususnya di bagian filantropi yang dimiliki Islam ini, beramal bisa dalam keadaan duduk, berdiri, bekerja, diperjalanan, sambil minum, makan, bahkan dalam keadaan tidak bersuci (seperti sedang datang bulan atau yang lainnya).


Dan harapan saya adalah bahwa di tempat saya mengabdi saat ini, dapat mengikuti jejak Pesantren Tazakka, dengan gayanya yang masa kini mengelola dana umat yang sangat besar potensinya, yang dapat mendatangkan pahala bagi si pemberi amal dan dapat mendapatkan manfaat bagi si penerima amal, sebagai tabungan amal untuk akhirat kelak.



Foto 1 : Badan Wakaf, Kedirekturan, Nara Sumber dan Guru-guru
Foto 2 : Penulis bersama Kiayai Anang (Pimpinan Pesantren Tazakka)

Share:

Mesjid Raya Pagi Hari

Mesjid Raya, 8 Oktober 2019

Tergerak kakiku melangkah pagi ini menuju mesjid kebanggaan orang Sumatera Utara, Mesjid Raya Kota Madya Medan. Suasana pagi kali itu pastinya sunyi karena orang Medan belum memulai aktivitasnya. Beruntung hari ini aku bisa menginap di kota. Ku pikir ini pasti tidak terjadi dua kali, maka tanpa berpikir panjang aku ayunkan langkah menuju mesjid raya untuk menunaikan sholat Subuh. Shaf yang terisi pagi itu untuk perempuan hanya satu shaf. Aku perempuan pertama yang berada di sana pagi itu. Dan pikiranku melayang jauh hingga kota paling barat Indonesia, Aceh.

Rasa sedih yang menyelinap pagi itu tidak hanya karena beberapa masalah yang kulalui. Tapi rasa penasaran akan Ibu dan adik-adik tetap tidak hilang, antara tak ingin menghilangkan atau tak bisa menghilangkan. Pagi ini ku kirim setulus-tulusnya doa buat Ayah, Ibu dan Adik-adik, karena aku lupa entah sudah berapa lama aku tak duduk diam selama ini sendirian. Dari tafakur ku pagi ini, harusnya aku bisa berjalan sedikit tegar untuk melanjutkan kehidupan ku tanpa mereka. Ya, Tegar.

Tegarku karena masih ada sesosok bayi mungil yang menungguku untuk melanjutkan hidup bersamanya. Karena sedihku pasti membuatnya sedih juga, bahagiaku pasti membuat keadaannya lebih bahagia. Aku hanya tak boleh egois dan terus bersabar sedikit lagi. Walau  makna sedikit lagi itu, memakan waktu bertahun-tahun. Hatiku yang amburadul pagi itu membuat semua yang kupikirkan jadi sarat bernilai negatif. Terima kasih karena telah mengingatkan.  

Ketika dihinggapi masalah yang berkepanjangan, cobalah terus stay positif. Yakinlah semua pasti akan selesai pada waktu yang tepat.
Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Al-Baqarah Dan Kantong Ajaibku

Pada empat halaman awal, tak terlalu sulit untuk menghafal surat ini. Hal ini dikarenakan ayat-ayatnya masih familiar. Tantangan dimulai di...

Bee

Bee
Bee

Pages