Islamic Economic Activist . A Beginner Writer

MISYKAT

Judul : Misykat; Refleksi tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam
Penulis : Hamid Fahmy Zarkasy
Penerbit       : INSISTS dan MIUMI
Tahun Terbit : Cet. 2 Tahun 2012 M
Tebal : 302 Halaman
ISBN : 978-602-199885-0-2


Buku Misykat ini merupakan hadiah, bukan buku yang sengaja saya beli untuk dibaca. Saya mendapatkannya pada tahun 2018. Dan mulai dibaca pada tahun 2019 selama Ramadhan. Tentu jeda waktu yang sangat lama untuk memutuskan mulai membacanya. Sekilas ketika saya membaca judul dari buku ini, yang pertama kali  muncul dibenak adalah pasti membutuhkan kerja keras dalam memahami isi buku karena latar keilmuan yang saya mililki. Saya mulai tertarik ingin membaca buku ini karena salah satu postingan ustadz saya di media sosial tentang temannya yang memilih buku ini sebagai buku favoritnya di hari peringatan buku sedunia. Tulisan saya ini mungkin belum tepat jika disebut sebagai review buku. sebagai penulis pemula, maka saya hanya mencoba menceritakan kesan apa yang saya dapatkan selama dan setelah membaca buku ini. 

Buku yang saya baca ini, merupakan buku cetakan kedua. Biasanya, ketika sebuah buku mengalami pengulangan pencetakan arti salah satunya adalah buku ini sangat diminati. Jika melihat latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh penulisnya Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, sebagian besar jenjang pendidikan beliau adalah keilmuan yang bersinggungan tentang pemikiran, khususnya pemikiran Islam. Sebagai perbandingan bahwa saya sebagai si pembaca buku memiliki latar pendidikan yang berkaitan dengan ekonomi, terkhusus ekonomi Islam. Berikut kesan saya, mudah-mudahan saya tidak salah dalam memahami isi buku ini, semoga bermanfaat.

Isi Buku
Sebelum masuk pada isi buku, pada halaman depan buku, terdapat sangat banyak testimoni tentang buku Misykat ini yang datang dari tokoh masyarakat. Testimoni-testimoni tersebut yang membuat saya terus penasaran dengan isi buku ini.
Buku ini terdiri dari dua bab, yaitu bab De-Westernisasi dan bab De-Liberalisasi. Tiap-tiap bab memiliki jumlah judul kecil yang berbeda yang diakhiri dengan tanya jawab. Pada bab De-Westernisasi memiliki 14 judul kecil, dan pada bab De-Liberaslisasi memiliki 22 judul kecil. Seperti buku pada umumnya, di halaman belakang kita akan menemukan daftar pustaka dan sumber tulisan yang digunakan penulis dalam menulis buku ini serta disediakan daftar index untuk memudahkan pembaca dalam mencari kata-kata kunci yang terdapat di dalam buku.

Bab I De-Westernisasi
Setelah belasan tahun lamanya, ini merupakan buku ilmiah pertama yang saya baca hingga tuntas, bahkan dari testimoni hingga akhir bab 2. Biasanya saya hanya membaca buku ilmiah sesuai dengan kebutuhan materi yang saya perlukan saja. Dan ini merupakan buku pertama yang saya tulis kesannya setelah habis dibaca. Sebelumnya saya mohon maaf jika sangat banyak kekurangan.

De-Westernisasi, awalan “de” pada sebuah kata memillliki makna meniadakan atau menghilangkan, sedangkan westernisasi sendiri sebuah kata yang diberikan akhiran “isasi”. Jika sebuah kata disematkan akhiran “isasi” maka akan bermakna proses menjadikan dan penambahan. Westernisasi dalam wikipedia memiliki arti proses di mana masyarakat berada dalam pengaruh atau mengadopsi budaya barat hampir di semua bidang kehidupan, seperti teknologi, industri, politik, ekonomi, gaya hidup dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga maksud dari De-Westernisasi kurang lebih adalah proses menghilangkan pengaruh budaya barat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Sebagai pembaca yang tidak familiar dengan istilah-istilah pemikiran, jangan takut untuk memulai membaca buku ini. Buku ini sangat sistematis untuk kita yang datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda untuk memahami isi buku. Pada bab De-Westernisasi Sang Penulis mengawali sub judul dengan judul Barat. Tentu ini sangat membantu kita untuk membuka gerbang pemahaman tentang buku ini, dan sedikit bisa menerka informasi apa yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca. Sesuai judul utama, De-Westernisasi, sub judul Barat menjelaskan terlebih dahulu apa itu yang disebut dengan Barat. Apakah Barat itu Kristen? Apakah Barat itu negara? Atau Apakah Barat itu hanya istilah mata angin? Atau ada makna lain dari kata Barat sendiri. Setelahnya Sang Penulis secara sistematis menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Barat. Tentang bagaimana mereka memandang Islam dengan cara mereka, bagaimana mereka bertuhan, apa dan bagaimana kedudukan gereja di Barat, paham-paham apa saja yang ada di Barat. Serukan? Apalagi ternyata saya mendapatkan informasi bahwa pemikiran ekonomi sosialis adalah salah satu hasil dari “kekecewaan / ketidakpersetujuan” atas pemikiran yang timbul dari barat. Karena barat menelurkan salah satu pemikiran yang disebut dengan Liberalisme atau Kapitalisme. Lalu apakah sosialis itu Timur? silahkan baca buku ini untuk mengetahui jawabannya.

Di bab-bab kecil selanjutnya, dijelaskan juga tentang apa itu Timur. Bagaimana Barat mendefenisikan agama serta paham-paham apa saja yang muncul akibat dari perkembangan pemikiran Barat.

Jujur saya sedikit kesulitan memahami kata demi kata, saya harus baca pelan dan untuk beberapa halaman harus membaca ulang, agar tidak salah paham. Akan tetapi, tanya jawab yang disediakan Sang Penulis di akhir bab, membantu saya memahami maksud dari penjelasan ditiap-tiap judul kecil pada bab De-Westernisasi. Anehnya, semakin saya mengkerutkan kening, saya semakin penasaran untuk tetap membaca buku ini hingga selesai.

Bab II Deliberalisasi
Pada bab ini, saya tidak terlalu menguras energi untuk memahami alur ceritanya. Istilah liberalisasi sendiri sudah sangat familiar di telinga saya. Liberalisasi adalah bentuk pemahaman ekonomi yang memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih faktor produksi apa saja yang akan digunakan untuk menciptakan produk, sedangkan campur tangan pemerintah di sini hampir tidak ada, hal ini bertolak belakang dengan paham sosialis. Dan dalam buku ini, makna Liberal yang saya pahami tidak jauh berbeda. Bedanya paham LIberalisasi di sini tidak hanya sekedar pemahaman ekonomi saja, akan tetapi juga berdampak pada bagaimana memahami ideologi. Atau lebih tepatnya paham Liberalisasi yang dibangun mempengaruhi cara berpikir di setiap lini kehidupan termasuk ekonomi dan politik. 

_______

Dari buku ini, sebagai penggiat ekonomi khususnya ekonomi Islam, saya sangat banyak mendapatkan informasi akar masalah mengapa muncul paham ekonomi kapitalis atau liberal dan sosialis. Dan dapat menarik kesimpulan mengapa sekarang di belahan bumi bagian barat ekonomi Islam banyak dikembangkan khususnya di Inggris. 
Dan sebagai muslim, saya juga dibukakan pengetahuan tentang berbagai macam ideologi di luar Islam dan bagaimana cara menyikapinya.
Sangat-sangat menyenangkan membaca buku ini, bahkan saya ingin membacanya sekali lagi di lain kesempatan, dan menuliskannya kembali dengan cara yang berbeda. Insya Allah ada kesempatan.
Sesuai maksud dari judul buku ini, MIsykat, tempat berkumpulnya cahaya yang di dalamnya terdapat lampu atau lainnya yang bercahaya. Setelah membaca buku ini informasi-informasi kecil tapi mendasar dan memiliki pengaruh yang besar saya dapatkan. Semoga pembaca yang lain merasakan apa yang saya rasakan. Wallahu ‘alam.
_______

Menuliskan tulisan arab kemudian disandingkan dengan tulisan latinnya, mungkin akan sedikit membantu pembaca yang sudah terbiasa membaca tulisan arab untuk cepat memahami maksud tulisan arab yang ditulis dengan latin. Mungkin hanya ini sedikit saran saya setelah menyelesaikan membaca buku ini. 


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Sepotong Kenangan Kepala Barbie

Tak kelihatan tua Walau sudah beranjak dewasa  Bercerita apa saja Dari yang rahasia sampai yang terbuka Tak akan terganti Penyimp...

Bee

Bee
Bee

Pages