Islamic Economic Activist . A Beginner Writer

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Aku dan Sajadah Hitam

Melihatnya di bergumul dengan teman-temannya yang lain
Membawanya pulang mungkin keputusan yang baik
Sorot matanya tak menggambarkan apapun
Hening, sunyi
Membuat pikirku tak karuan

Datangnya berarti apa?
Akan tetapi sejarah sudah terukir
Tapi ..... nelangsa

Akibat terlalu mencintai lalu kecewa
Atau akibat loyalitias tanpa batas
Atau diri tak paham alur fikir sendiri
Atau ..... 

Berkali-kali bertemu
Tatapan kosongnya belum berganti 
Persis sama seperti pertama kali
Ini membuatku bingung
Atau aku yang tak sanggup memberi makna 

Lagi ....
Sajadah hitam itu selalu saja mendampingi
Terus ....
Setianya membuatku luluh
Ku harap dia tak bosan
Dan ku harap suatu saat tatapannya berarti menerima
Share:

Do do da idi

Allah hai dô dô da idi
Boh gadông bi boh kayèe uteun
Rayek sinyak hana peu ma bri
‘Ayéb ngön keuji ureueng dônya kheun
Allah hai dô dô da idi
Buah gadung dan buah-buahan pohon dari hutan 
Cepat besar anakku, tapi tak ada yang dapat ibu berikan 
Aib dan keji yang dikatakan orang-orang
Allah hai dô dô da idang
Seulayang blang ka putôh taloe
Beurijang rayek muda seudang
Tajak bantu prang tabila nanggroe
Allah hai dô dô da idang 
Layang-layang di sawah telah putus talinya 
Cepatlah besar anakku, oh, Banta Seudang! 
Ikut bantu berperang untuk membela bangsa
Wahé aneuek bek taduek lé
Beudöh saré tabila bansa
Bèk tatakot keu darah ilé
Adak pih maté poma ka rèla
Bangunlah anakku, janganlah duduk kembali 
Berdiri bersama pertahankan bangsa 
Jangan pernah takut walaupun darah harus mengalir 
Sekiranya engkau mati, ibu telah rela
Jak lôn tatèh, meujak lon tatèh
Beudoh hai aneuek tajak u Acèh
Meubèe bak ôn ka meubèe timphan
Meubèe badan bak sinyak Acèh
Mari ibu latih kamu berjalan 
Bangunlah anakku, mari pergi ke Aceh 
Sudah tercium wangi daun dari timphan
Seperti wangi tubuh anak Aceh
Allah hai Po Ilahon hak
Gampông jarak h’an trôh lôn woe
Adak na bulèe ulon teureubang
Mangat rijang trôk u nanggroe
Allah Sang Pencipta yang punya kehendak 
Jauhnya kampung(ku) tak sampai untuk ku kembali 
Seandainya (aku) punya bulu (sayap) untuk terbang 
Supaya lekas sampai ke nanggroe (= Aceh)
Allah hai jak lôn timang preuek
Sayang riyeuk jisipreuek panté
‘Oh rayek sinyak nyang puteh meupreuek
Töh sinaleuek gata boh haté
Kemarilah, nak, agar ibu dapat menimang engkau 
Sayangnya ombak memecah pantai 
Jika anak(ku) yang putih ini sudah besar 
Di manakah engkau akan berada nanti, anakku?
Lirik di kutip dari ceritabahasa.com
Salinan lirik lagu di atas adalah salah satu lagu yang saya favoritkan setelah bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh Lon Sayang kurang lebih 15 tahun lalu.
Lagu yang kala itu saya bertanya-tanya setelah tahu artinya, kenapa lagu ini menjadi backsound berita bencana saat itu.
Melihat artinya rasa-rasanya tidak terlalu sesuai dengan kondisi saat itu.
Tapi jika mendengar alunan nadanya, sangat menyayat hati.
Sangat pas menggambarkan kesedihan yang sangat mendalam saat ditinggal pergi orang-orang terkasih.
Sudah lama saya tidak mendengar lagu ini setahun belakangan.
Konon lagu ini sering dinyanyikan oleh para ibu yang tinggal di Nanggroe (baca: Aceh) ingin menidurkan anaknya.

Lagu ini berkisah tentang seorang ibu yang sedang mendendangkan lagu untuk membuat anaknya tertidur.
Isi lagu ini menggambarkan kondisi dan harapan-harapan sang ibu ketika anaknya besar nanti.
Seorang ibu yang sangat tegar dan ikhlas menurut saya untuk merelakan anaknya pergi.

Bait pertama lagu ini, sang ibu menceritakan kondisinya yang mungkin tidak dapat memberikan kebahagiaan bagi anaknya sebahagia keluarga lain. Mungkin Sang Pencipta lagu ingin menyampaikan bahwa hidup di dunia tidak selalu indah. Maka, mempersiapkan segala kemungkinan paling buruk lebih baik agar menjadi pribadi yang tangguh.
Bait kedua lagu dan ketiga, menggambarkan kondisi Indonesia saat itu khususnya aceh dalam masa peperangan. Sang ibu yang tegar merelakan anaknya pergi berjuang demi bangsa di mana ia berpijak dan tinggal. Bahkan, jika anaknya meninggal saat membela kehormatan bangsanya ibunya pun rela. Seorang ibu yang luar biasa. 
Bait keempat hingga keenam, gambaran sang ibu yang sedang mempersiapkan anaknya, agar dapat menjadi pahlawan bagi bangsanya. Walaupun begitu, ibu tetaplah ibu, setegar apapun dia, tetap ada kekhawatiran yang menyelimuti hatinya. Apakah anaknya menjadi orang yang berguna atau tidak.

Berulang-ulang saya baca artinya, barulah saya paham, mengapa lagu ini bergema setiap ada berita yang menayangkan kondisi pasca bencana saat itu. Lagu ini seperti memberikan kekuatan bagi warga yang tinggal di Aceh kala itu, melihat kondisi Aceh yang sangat porak-poranda seperti kota mati. Bahwa asal ada kegigihan dan tidak lupa tawakkal, dengan izin Allah, segala rintangan terasa ringan. Man Jadda Wa Jada.

Sekarang Aceh tersenyum, sangat senang pernah menjadi dan akan selalu menjadi bagian dari Aceh.

Bagi Sang Pengarang lagu, maaf jika saya menafsirkan lagu ini tidak sesuai dengan tafsiran yang sebenarnya. Ini hanya bentuk kecintaan terhadap kota yang sangat memberikan banyak kenangan, khususnya di masa kecil saya.

Aceh Lon Sayang
Share:

Lebaran

lebaran adalah sebutan lain dari hari raya bagi umat Islam. Lebaran bagi umat Islam terbagi menjadi 2 perayaan. pertama lebaran Idul Fitri kedua lebaran Idul Adha.

Pada lebaran idul fitri. kita bersama berpuasa sebelum merayakannya.

pada lebaran idul adha, kita merayakannya dengan memotong hewan qurban.
-H-
Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

It's A Life : Perjalanan (2)

Hidup itu perjalanan. Perjalanan untuk mengenal banyak manusia, menghadapi banyak masalah, mencari solusi dari setiap masalah, menghadapi ke...

Bee

Bee
Bee

Pages