Islamic Economic Activist . A Beginner Writer

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Sebuah Berita

"Tidak semua kisah manusia sama
Allah menciptakan skenario yang berbeda-beda
Maka jangan cepat memberikan sangkaan jika skenario ceritamu tidak sama dengan orang lain"
Sepenggal intro mengawali sebuah berita

Akhirnya sebuah berita itu datang
Bagaimanapun harus dihadapi
Semua seperti mimpi
Benar-benar tak bisa dihindari

Bukan penjelasan yang dinanti
Bukan maaf yang ingin didengari
Tapi raga yang siap mengkokohkan diri
Berdiri tegak bersama menghadapi

Karena saat ini
Seluruh dunia sedang berbicara berita yang sama


Hati itu menunggu sang raga menyapa sedikit saja
Untuk mendengar sang raga berkata
"Jangan baca berita itu ya"
"Sibukkanlah harimu"
"Jangan berada di sini saat ini"

Begitupun sang hati tetap pergi
Tanpa ada kalimat itu mengiringi
Ingin menunjukkan bahwa sang hati peka kali ini

Share:

Ayah, Aku Datang

Ayah,
Bagaimana kabar Ayah?
Lama sudah aku tak menghampirimu
Rindukah dirimu kepadaku?

Lama aku tak berkeluh kesah denganmu
Lama aku tak berdiskusi denganmu
Lama aku tak berbicara denganmu
Lama aku tak bersenda gurau denganmu

Ayah, aku rindu
Marahkah Ayah kepadaku?
Marahi aku Ayah
Ingatkan aku Ayah
Tegur aku Ayah
Aku rindu

Masihkah Ayah membukakan pintu untukku
Masihkah Ayah menungguku di depan pintu
Masihkah Ayah cemas akan aku

Ayah, kamu dimana
Aku yang tak datang
Atau Ayah yang sudah tiada

Ayah, aku rindu
Ku bawakan bayi mungil ini kepadamu
Aufa, ya Aufa
Namanya sama dengan Aufa kita kan Yah

Ayah, aku rindu

“Ayah disini kak, kami disini, kami selalu bersama kakak”
“Kami ada di hatimu”
“Jangan lupa Kak, Allah lebih dekat denganmu dari kami”
“Jangan bersedih ya, sedihmu sedih kami semua”

Ayah
Aku rindu



Share:

Karena Kamu Manusia

Karena Kamu Manusia

Siapa yang tahu perjalanan hidup manusia
TIdak ada yang tahu pasti jika yang menerka adalah manusia
Yang tahu pasti akan kehidupan si manusia itu adalah Sang Penciptanya
Sang Pencipta memberikan manusia pilihan-pilihan, untuk menjalani kehidupannya

Pilihan-pilihan si manusia itu 
Bisa jadi benar 
Dan tak jarang juga salah
Terus, jika salah apa semuanya berakhir .. TIDAK
Karena kamu manusia
Jalan salah juga cara untuk mencari jalan yang benar

Ketika kamu berkeluh kesah itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu lelah itu wajar, Karena kamu manusia
Ketika kamu menangis itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu manja itu wajar, karena kamu manusia
Ketika kamu patah semangat itu wajar, karena kamu manusia
Dan banyak ketika-ketika yang lain, yang terjadi dikehidupanmu .. itu semua wajar, karena kamu manusia

Yang paling penting adalah bagaimana setelah “KETIKA” itu
Jika setelah ketika itu kamu berdiam dan tak mengusahakan apapun, itu TIDAK WAJAR ..
Karena Sang Pencipta sudah memberikanmu banyak kenikmatan untuk dapat memilih jalan keluar yang sudah disediakan

Jadi, tetaplah semangat
Tetaplah berdiri tegak
Tetaplah tersenyum
Walaupun dibalik semua itu ada kehidupan keras yang sedang kamu jalani dan perjuangkan
Karena Kamu Manusia
Share:

Berwakaf Di Era Milenial

Berwakaf Di Era Milenial

Rabu, 25 September 2019, tepatnya pada tanggal 25 Muharram 1441 Hijiriah, Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah mengadakan seminar wakaf yang berjudul “Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Wakaf”. Jauh dari judul yang menjadi headline tulisan saya. Karena di dalam seminar ini saya menemukan fakta-fakta baru tentang filantropi yang dimiliki oleh umat Islam ini. Ketika membahas wakaf ada baiknya saya tulis beberapa pengertian tentang Zakat, Infak dan Sedekah terlebih dahulu.

Pengertian Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf
Zakat adalah salah bentuk dana sosial yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam. Zakat sifatnya wajib, berbeda dengan infak, sedekah dan wakaf yang bersifat sunnah. Seorang muslim akan terkena wajib zakat dengan beberapa syarat, yaitu; Islam, Merdeka, Berakal dan Baligh serta Sudah sampai nisabnya. Besarnya wakaf adalah 2,5% dari harta. Persentase ini terbilang sedikit jika dibandingkan dengan Pajak yang besaran terkecilnya adalah 10%. Zakat sendiri, di dalam Alquran sudah ditetapkan siapa saja yang berhak menerimanya. Ada 8 Asnaf yang berhak menerima zakat yang tercantum di surat At-Taubah ayat 6, yaitu; Fakir, Miskin, Amil, Mu’allaf, Hamba Sahaya, Gharimin, Fi Sabililah, dan Ibnus Sabil. Saat ini penggunaan zakat tidak lagi bersifat konsumtif saja, ada juga wakaf yang bersifat produktif. Zakat yang bersifat konsumtif adalah zakat fitrah, yaitu zakat yang wajib diberikan sebelum terbit matahari di tanggal 1 Syawal atau yang kita kenal dengan hari raya Idul Fitri. Sedangkan zakat yang dapat diproduktifkan adalah selain zakat fitrah. Zakat produktif artinya zakat yang digunakan untuk kegiatan yag menghasilkan. Salah satu contoh dari zakat produktif adalah penggunaan zakat untuk dijadikan modal usaha. 

Infak dan Sedekah. Infak memiliki makna yang meliputi zakat dan non zakat. Dan infak cenderung berbentuk harta. Infak tidak seperti zakat yang harus disalurkan kepada 8 asnaf, infak dapat disalurkan kepada siapa saja yang membutuhkan. Berbeda dengan infak, sedekah maknanya lebih luas, sedekah dapat mencakup zakat dan infak serta kebaikan non-materi lainnya.

Wakaf juga sama seperti ZIS, salah satu bentuk filantropi yang ada pada agama Islam. Hanya bedanya adalah wakaf tidak ada batasan persentasenya, sama seperti infak dan sedekah. Dulu, wakaf yang kita kenal adalah berbentuk barang seperti mesjid, bangunan atau madrasah. Saat ini hasil ijtima’ ulama cara penggunaan wakaf tidak lagi hanya dibuatkan dalam bentuk bangunan madrasah atau mesjid saja. Asal pokok wakaf tidak habis, wakaf bisa dikembangkan lebih dari itu.

Zakat dan Wakaf Di Era Milenial
Tahun 2000 disebut tahun milenium. Maka beberapa istilah yang menggambarkan masa kini disebut dengan milenial. Wakaf ala milenial apa maksudnya?. Bagi saya maknanya adalah memberikan wakaf dan mengelolanya dengan cara-cara masa kini. Di dalam seminar wakaf yang diselenggarakan oleh Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, KH. Anang Rikza Mahadi, MA, yang familiar dengan sebutan Kiayai Anang menceritakan bagaimana Beliau mengelola Pesantren Tazakka dengan dana wakaf dan ZIS.  

Dalam materi seminar tersebut dijelaskan bahwa potensi pengembangan wakaf yang berupa uang tunai, sangat besar di Indonesia, berikut beberapa analisanya;
  1. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim
  2. Kesadaran berderma yang meningkat (termasuk kesadaran berwakaf)
  3. Kesadaran berekonomi shariah yang meningkat
  4. Dukungan dari lembaga pemerintah seperti BI, OJK, Menteri Keuangan, dan lembaga lainnya.
  5. Perkembangan fintech atau platform digital

Dalam perjalanannya, Tazakka terus menggali bentuk-bentuk wakaf tanpa melanggar syariah yang telah ditetapkan, pengalaman wakaf Tazakka terbentuk dalam beberapa ragam wakaf berikut;
  1. Wakaf aset
  2. Wakaf uang
  3. Wakaf melalui uang
  4. Wakaf manfaat
  5. Wakaf profesi
  6. Wakaf pengalihan hak 

Beberapa contoh, Tazakka membangun gedung dengan cara “lelang wakaf”, misalnya ada yang ingin berwakaf beberapa kelas dan sebagainya. Ada yang berwakaf melalui keahlian, salah satu contoh ada dokter yang berwakaf setiap jumat dari pukul 1 siang hingga pukul 4 sore, mewakafkan keahliannya sebagai dokter untuk mengobati anak santri yang bersekolah di Tazakka. Tazakka juga memberi kemudahan bagi pemberi wakaf uang dalam berwakaf dengan cara bekerjasama dengan lembaga jasa keuangan, dengan menggunakan mesin EDC. Jadi bukan hanya berbelanja saja dengan mesin EDC tapi juga bisa berwakaf. Dan juga sedang mencoba mendesain penggunaan QR code untuk mempermudah membayar zakat dan wakaf uang tunai. 

Untuk penggunaan zakat sendiri, menurut saya Tazakka sangat royal sekali memberikan bantuan yang sudah ditetapkan. Contohnya, anak santri yang sedang bersekolah di Tazakka, dan ditengah-tengah masa studinya, jika pemberi nafkah meninggal dunia, maka Tazakka akan menyalurkan beasiswa hingga masa studinya berakhir. Contoh lain, ada salah santri yang orang tuanya berkecukupan, si anak hafal 30 juz, maka Tazakka akan serta merta memberikan beasiswa bagi si anak karena telah berhasil menghafal Alquran tanpa melihat harta orang tuanya. Sedangkan orang tuanya, dapat menjadi orang tua asuh bagi santri yang lain. Sungguh luar biasa, bagaimana manajemen pesantren ini mengelola dana umat dengan sangat baik.

Dari pengalaman yang dipaparkan oleh beberapa nara sumber termasuk Kiayai Anang, saya berkesimpulan bahwa sangat mudah sekali mendapatkan pahala. Era digital yang sedang berkembang saat ini dapat juga dimanfaatkan sebagai ladang amal. Bahwa beramal bisa dimana saja dan kapan saja. Khususnya di bagian filantropi yang dimiliki Islam ini, beramal bisa dalam keadaan duduk, berdiri, bekerja, diperjalanan, sambil minum, makan, bahkan dalam keadaan tidak bersuci (seperti sedang datang bulan atau yang lainnya).


Dan harapan saya adalah bahwa di tempat saya mengabdi saat ini, dapat mengikuti jejak Pesantren Tazakka, dengan gayanya yang masa kini mengelola dana umat yang sangat besar potensinya, yang dapat mendatangkan pahala bagi si pemberi amal dan dapat mendapatkan manfaat bagi si penerima amal, sebagai tabungan amal untuk akhirat kelak.



Foto 1 : Badan Wakaf, Kedirekturan, Nara Sumber dan Guru-guru
Foto 2 : Penulis bersama Kiayai Anang (Pimpinan Pesantren Tazakka)

Share:

Mesjid Raya Pagi Hari

Mesjid Raya, 8 Oktober 2019

Tergerak kakiku melangkah pagi ini menuju mesjid kebanggaan orang Sumatera Utara, Mesjid Raya Kota Madya Medan. Suasana pagi kali itu pastinya sunyi karena orang Medan belum memulai aktivitasnya. Beruntung hari ini aku bisa menginap di kota. Ku pikir ini pasti tidak terjadi dua kali, maka tanpa berpikir panjang aku ayunkan langkah menuju mesjid raya untuk menunaikan sholat Subuh. Shaf yang terisi pagi itu untuk perempuan hanya satu shaf. Aku perempuan pertama yang berada di sana pagi itu. Dan pikiranku melayang jauh hingga kota paling barat Indonesia, Aceh.

Rasa sedih yang menyelinap pagi itu tidak hanya karena beberapa masalah yang kulalui. Tapi rasa penasaran akan Ibu dan adik-adik tetap tidak hilang, antara tak ingin menghilangkan atau tak bisa menghilangkan. Pagi ini ku kirim setulus-tulusnya doa buat Ayah, Ibu dan Adik-adik, karena aku lupa entah sudah berapa lama aku tak duduk diam selama ini sendirian. Dari tafakur ku pagi ini, harusnya aku bisa berjalan sedikit tegar untuk melanjutkan kehidupan ku tanpa mereka. Ya, Tegar.

Tegarku karena masih ada sesosok bayi mungil yang menungguku untuk melanjutkan hidup bersamanya. Karena sedihku pasti membuatnya sedih juga, bahagiaku pasti membuat keadaannya lebih bahagia. Aku hanya tak boleh egois dan terus bersabar sedikit lagi. Walau  makna sedikit lagi itu, memakan waktu bertahun-tahun. Hatiku yang amburadul pagi itu membuat semua yang kupikirkan jadi sarat bernilai negatif. Terima kasih karena telah mengingatkan.  

Ketika dihinggapi masalah yang berkepanjangan, cobalah terus stay positif. Yakinlah semua pasti akan selesai pada waktu yang tepat.
Share:

MUHARRAM 1441 H IN BLACK

MUHARRAM 1441 H IN BLACK

Muharram adalah tahun baru hijriyah. Tahun baru-nya umat muslim. Biasanya di setiap bertemu tahun baru setiap orang merencanakan sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup. Ya, bukan karena tahun baru pastinya. Setiap saatpun setiap orang wajib me-riview seluruh hal dalam hidupnya.
Tapi makna dari tahun baru itu adalah agar memiliki semangat baru, rencana baru, dan hal-hal baik baru yang lain.

Tahun baru ini, aku berharap, aku dapat melakukan hal-hal baru seperti yang dilakukan semua orang. Mungkin, pembaca heran, mengapa tahun in black?. Itu berawal ketika aku mengikuti salah satu training kepemudaan ketika kuliah dulu. Baju seragam yang ditentukan itu hitam-hitam. Sebelumnya aku mengira, dress code tersebut ditetapkam agar ketika ada sesi mati lampu, jika bergerak tidak terlalu mencolok. Ternyata perkiraanku meleset, salah satu trainer mengatakan bahwa dress code itu dibuat dengan falsafah agar kita mengingat semua kesalahan yang pernah kita lakukan. Jika saja Allah tidak menutup aib kita, maka secara zhohir kita akan kelihatan gelap. Begitulah mengapa pada akhirnya aku sangat suka sekali warna hitam. Dan mengapa judul ini juga sebagai headline.

Tidak selamanya makna hitam berarti negatif, itu hanya bagaimana kita melihat dari berbagai sudut pandang. Walaupun melihat masalah dari berbagai sudut pandang itu sangat sulit dilakukan. Sudah tabiat manusia ketika jumpa pada satu masalah, akan terfokus ke satu sisi saja. Si manusia akan belajar melihat masalah tersebut dari berbagai sisi ketika berjumpa dengan orang-orang sekitarnya. Ketika dia berjumpa dengan manusia yang positif maka dia akan mempunyai sudut pandang yang positif dan begitu juga sebaliknya.

Nah, bagaimana agar sudut pandang kita tetap terjaga ke-positif-annya. Pertama, Carilah teman-teman yang memiliki sudut pandang seperti ini. Trus apakah teman yang memiliki sudut pandang negatif, harus ditinggalkan, TIDAK. Jadikan dia sebagai pembanding bahwa pandangan negatif sangat merugikan sekitar dan pastinya merugikan kita sendiri, hati kita sendiri.

Kedua, carilah panutan yang bisa membuatmu menjadi terus tetap positif. Tetapi, satu hal yang harus kamu ingat, tidak semua kehidupan panutan yang kamu pilih bisa kamu aplikasikan ke dalam kehidupanmu. Karena pada dasarnya kita memiliki takdir, sifat, serta karakter sendiri-sendiri. Tetap, jadilah dirimu sendiri dan bersyukurlah atas hal itu.

dan yang terakhir adalah selalu mencoba berbuat baik.

Makanya aku suka hitam. Hitam mengingatkanku bahwa aku manusia yang selalu memiliki kekurangan maka terus mencari kebenaran, hitam mengingatkanku untuk tidak sombong, hitam mengingatkanku tentang kesalahan-kesalahanku dan hitam mengingatkanku tentang rumah abadiku

Selamat tahun bari hijriyah.
Semoga kehidupanmu selalu dilindungi Allah SWT.
Share:

Kain Jarik


Kain Jarik

Orang Indonesia familiar dengan istilah kain jarik
Iya .. kain panjang yang bermotif batik
Kain yaang sangat khas di tanah Jawa
Akan tetapi .. sejak kecil saya juga sudah familiar dengan istilah kain jarik 
Saya sendiri berdomisili di Aceh ketika itu

Banyak kegunaan kain ini, salah satunya sebagai alat gendong bayi
Tapi, di masa sekarang ini .. 
Sangat banyak alat gendong bayi yang instan 
Tanpa harus ribet  dengan menyematkannya di pundak
Saya termasuk salah satu orang yang susah menggunakan kain ini
Tapi ada hal yang membahagiakan selama seminggu belakangan ketika bayi saya sakit
Saya pintar menggunakan kain ini 
Ini membuat saya merasa menjadi seorang ibu Indonesia asli
Seorang ibu yang bisa menggendong anak bayinya dengan kain jarik khas Indonesia
Ada kesenangan tersendiri 
Selamat mencoba

Sehat-sehat anakku
Selamat Berjuang sayang .........


23.9

Share:

Sekumpulan Jika


Sekumpulan Jika


Jika aku tak sedang di sampingmu,
Bukan karena aku yang menghilang, 
Tapi karena kamu yg sedang tak butuh aku

Jika suatu saat aku sedang kurang perhatian padamu,
Bukan karena aku yang lupa
Tapi karena kamu tak lagi menganggapnya spesial

Jika suatu saat aku tak lagi di sampingmu,
Pasti saat itu kamu sudah punya kebahagian yg lain 
Dan aku turut berbahagia

Jika suatu saat aku tak menerima tinggal denganmu
Itu karena aku tak ingin membebanimu

Jika suatu saat aku tak sedang menanyakan kabarmu
Bukan karena aku tak mau
Itu krn kamu yang membiasakannya menjadi seperti itu

Jika suatu saat kamu ingin melepaskanku
Lepaskan .. Jangan ragu ..
Mungkin pertemuan kita di rumah abadi 
Bukan ditempat yg penuh fatamorgana ini

Jika aku tak lagi menasehatimu
Itu karena, ku anggap kamu sudah tegas dengan dirimu sendiri

Jika kamu lupa aku 
Tak apa ... Karena aku tak pernah lupa kamu
Jika kamu tak peduli denganku 
Tak apa ... Aku tau kamu sedang memperjuangkan sesuatu

Jika kamu tak menanyakan kabarku
Tak apa ... Aku bisa jaga diriku

Seperti inilah hidup ...
Suatu saat kamu akan tahu ...
Begitupun aku tak berharap kamu merasakan apa yg kurasakan saat ini ...
Aku tak berharap kamu melewati apa yg aku lewati saat ini ...

Berbahagialah dengan hidupmu nanti ...
Tak perlu lagi risau dengan kebahagianku ...
Jalan berliku yang ku lalui saat ini, aku akan bertahan dengan caraku sendiri ...
Dengan atau tanpamu
Dengan atau tanpa yg lain juga 

Jika ternyata kamu masih risau ...
Doakan saja aku ...
Aku tahu kau akan menjadi sholeh bagiku ..
Jangan ikuti jalanku ..
Cukup doa tulusmu

Semoga kamu berbahagia
Tanpa ada sedikitpun ganjalan tentangku di sana ...

Aku selalu mendoakanmu ....

Love 23.8
Share:

MISYKAT

Judul : Misykat; Refleksi tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam
Penulis : Hamid Fahmy Zarkasy
Penerbit       : INSISTS dan MIUMI
Tahun Terbit : Cet. 2 Tahun 2012 M
Tebal : 302 Halaman
ISBN : 978-602-199885-0-2


Buku Misykat ini merupakan hadiah, bukan buku yang sengaja saya beli untuk dibaca. Saya mendapatkannya pada tahun 2018. Dan mulai dibaca pada tahun 2019 selama Ramadhan. Tentu jeda waktu yang sangat lama untuk memutuskan mulai membacanya. Sekilas ketika saya membaca judul dari buku ini, yang pertama kali  muncul dibenak adalah pasti membutuhkan kerja keras dalam memahami isi buku karena latar keilmuan yang saya mililki. Saya mulai tertarik ingin membaca buku ini karena salah satu postingan ustadz saya di media sosial tentang temannya yang memilih buku ini sebagai buku favoritnya di hari peringatan buku sedunia. Tulisan saya ini mungkin belum tepat jika disebut sebagai review buku. sebagai penulis pemula, maka saya hanya mencoba menceritakan kesan apa yang saya dapatkan selama dan setelah membaca buku ini. 

Buku yang saya baca ini, merupakan buku cetakan kedua. Biasanya, ketika sebuah buku mengalami pengulangan pencetakan arti salah satunya adalah buku ini sangat diminati. Jika melihat latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh penulisnya Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, sebagian besar jenjang pendidikan beliau adalah keilmuan yang bersinggungan tentang pemikiran, khususnya pemikiran Islam. Sebagai perbandingan bahwa saya sebagai si pembaca buku memiliki latar pendidikan yang berkaitan dengan ekonomi, terkhusus ekonomi Islam. Berikut kesan saya, mudah-mudahan saya tidak salah dalam memahami isi buku ini, semoga bermanfaat.

Isi Buku
Sebelum masuk pada isi buku, pada halaman depan buku, terdapat sangat banyak testimoni tentang buku Misykat ini yang datang dari tokoh masyarakat. Testimoni-testimoni tersebut yang membuat saya terus penasaran dengan isi buku ini.
Buku ini terdiri dari dua bab, yaitu bab De-Westernisasi dan bab De-Liberalisasi. Tiap-tiap bab memiliki jumlah judul kecil yang berbeda yang diakhiri dengan tanya jawab. Pada bab De-Westernisasi memiliki 14 judul kecil, dan pada bab De-Liberaslisasi memiliki 22 judul kecil. Seperti buku pada umumnya, di halaman belakang kita akan menemukan daftar pustaka dan sumber tulisan yang digunakan penulis dalam menulis buku ini serta disediakan daftar index untuk memudahkan pembaca dalam mencari kata-kata kunci yang terdapat di dalam buku.

Bab I De-Westernisasi
Setelah belasan tahun lamanya, ini merupakan buku ilmiah pertama yang saya baca hingga tuntas, bahkan dari testimoni hingga akhir bab 2. Biasanya saya hanya membaca buku ilmiah sesuai dengan kebutuhan materi yang saya perlukan saja. Dan ini merupakan buku pertama yang saya tulis kesannya setelah habis dibaca. Sebelumnya saya mohon maaf jika sangat banyak kekurangan.

De-Westernisasi, awalan “de” pada sebuah kata memillliki makna meniadakan atau menghilangkan, sedangkan westernisasi sendiri sebuah kata yang diberikan akhiran “isasi”. Jika sebuah kata disematkan akhiran “isasi” maka akan bermakna proses menjadikan dan penambahan. Westernisasi dalam wikipedia memiliki arti proses di mana masyarakat berada dalam pengaruh atau mengadopsi budaya barat hampir di semua bidang kehidupan, seperti teknologi, industri, politik, ekonomi, gaya hidup dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga maksud dari De-Westernisasi kurang lebih adalah proses menghilangkan pengaruh budaya barat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Sebagai pembaca yang tidak familiar dengan istilah-istilah pemikiran, jangan takut untuk memulai membaca buku ini. Buku ini sangat sistematis untuk kita yang datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda untuk memahami isi buku. Pada bab De-Westernisasi Sang Penulis mengawali sub judul dengan judul Barat. Tentu ini sangat membantu kita untuk membuka gerbang pemahaman tentang buku ini, dan sedikit bisa menerka informasi apa yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca. Sesuai judul utama, De-Westernisasi, sub judul Barat menjelaskan terlebih dahulu apa itu yang disebut dengan Barat. Apakah Barat itu Kristen? Apakah Barat itu negara? Atau Apakah Barat itu hanya istilah mata angin? Atau ada makna lain dari kata Barat sendiri. Setelahnya Sang Penulis secara sistematis menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Barat. Tentang bagaimana mereka memandang Islam dengan cara mereka, bagaimana mereka bertuhan, apa dan bagaimana kedudukan gereja di Barat, paham-paham apa saja yang ada di Barat. Serukan? Apalagi ternyata saya mendapatkan informasi bahwa pemikiran ekonomi sosialis adalah salah satu hasil dari “kekecewaan / ketidakpersetujuan” atas pemikiran yang timbul dari barat. Karena barat menelurkan salah satu pemikiran yang disebut dengan Liberalisme atau Kapitalisme. Lalu apakah sosialis itu Timur? silahkan baca buku ini untuk mengetahui jawabannya.

Di bab-bab kecil selanjutnya, dijelaskan juga tentang apa itu Timur. Bagaimana Barat mendefenisikan agama serta paham-paham apa saja yang muncul akibat dari perkembangan pemikiran Barat.

Jujur saya sedikit kesulitan memahami kata demi kata, saya harus baca pelan dan untuk beberapa halaman harus membaca ulang, agar tidak salah paham. Akan tetapi, tanya jawab yang disediakan Sang Penulis di akhir bab, membantu saya memahami maksud dari penjelasan ditiap-tiap judul kecil pada bab De-Westernisasi. Anehnya, semakin saya mengkerutkan kening, saya semakin penasaran untuk tetap membaca buku ini hingga selesai.

Bab II Deliberalisasi
Pada bab ini, saya tidak terlalu menguras energi untuk memahami alur ceritanya. Istilah liberalisasi sendiri sudah sangat familiar di telinga saya. Liberalisasi adalah bentuk pemahaman ekonomi yang memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih faktor produksi apa saja yang akan digunakan untuk menciptakan produk, sedangkan campur tangan pemerintah di sini hampir tidak ada, hal ini bertolak belakang dengan paham sosialis. Dan dalam buku ini, makna Liberal yang saya pahami tidak jauh berbeda. Bedanya paham LIberalisasi di sini tidak hanya sekedar pemahaman ekonomi saja, akan tetapi juga berdampak pada bagaimana memahami ideologi. Atau lebih tepatnya paham Liberalisasi yang dibangun mempengaruhi cara berpikir di setiap lini kehidupan termasuk ekonomi dan politik. 

_______

Dari buku ini, sebagai penggiat ekonomi khususnya ekonomi Islam, saya sangat banyak mendapatkan informasi akar masalah mengapa muncul paham ekonomi kapitalis atau liberal dan sosialis. Dan dapat menarik kesimpulan mengapa sekarang di belahan bumi bagian barat ekonomi Islam banyak dikembangkan khususnya di Inggris. 
Dan sebagai muslim, saya juga dibukakan pengetahuan tentang berbagai macam ideologi di luar Islam dan bagaimana cara menyikapinya.
Sangat-sangat menyenangkan membaca buku ini, bahkan saya ingin membacanya sekali lagi di lain kesempatan, dan menuliskannya kembali dengan cara yang berbeda. Insya Allah ada kesempatan.
Sesuai maksud dari judul buku ini, MIsykat, tempat berkumpulnya cahaya yang di dalamnya terdapat lampu atau lainnya yang bercahaya. Setelah membaca buku ini informasi-informasi kecil tapi mendasar dan memiliki pengaruh yang besar saya dapatkan. Semoga pembaca yang lain merasakan apa yang saya rasakan. Wallahu ‘alam.
_______

Menuliskan tulisan arab kemudian disandingkan dengan tulisan latinnya, mungkin akan sedikit membantu pembaca yang sudah terbiasa membaca tulisan arab untuk cepat memahami maksud tulisan arab yang ditulis dengan latin. Mungkin hanya ini sedikit saran saya setelah menyelesaikan membaca buku ini. 


Share:

Aku dan Sajadah Hitam

Melihatnya di bergumul dengan teman-temannya yang lain
Membawanya pulang mungkin keputusan yang baik
Sorot matanya tak menggambarkan apapun
Hening, sunyi
Membuat pikirku tak karuan

Datangnya berarti apa?
Akan tetapi sejarah sudah terukir
Tapi ..... nelangsa

Akibat terlalu mencintai lalu kecewa
Atau akibat loyalitias tanpa batas
Atau diri tak paham alur fikir sendiri
Atau ..... 

Berkali-kali bertemu
Tatapan kosongnya belum berganti 
Persis sama seperti pertama kali
Ini membuatku bingung
Atau aku yang tak sanggup memberi makna 

Lagi ....
Sajadah hitam itu selalu saja mendampingi
Terus ....
Setianya membuatku luluh
Ku harap dia tak bosan
Dan ku harap suatu saat tatapannya berarti menerima
Share:

Do do da idi

Allah hai dô dô da idi
Boh gadông bi boh kayèe uteun
Rayek sinyak hana peu ma bri
‘Ayéb ngön keuji ureueng dônya kheun
Allah hai dô dô da idi
Buah gadung dan buah-buahan pohon dari hutan 
Cepat besar anakku, tapi tak ada yang dapat ibu berikan 
Aib dan keji yang dikatakan orang-orang
Allah hai dô dô da idang
Seulayang blang ka putôh taloe
Beurijang rayek muda seudang
Tajak bantu prang tabila nanggroe
Allah hai dô dô da idang 
Layang-layang di sawah telah putus talinya 
Cepatlah besar anakku, oh, Banta Seudang! 
Ikut bantu berperang untuk membela bangsa
Wahé aneuek bek taduek lé
Beudöh saré tabila bansa
Bèk tatakot keu darah ilé
Adak pih maté poma ka rèla
Bangunlah anakku, janganlah duduk kembali 
Berdiri bersama pertahankan bangsa 
Jangan pernah takut walaupun darah harus mengalir 
Sekiranya engkau mati, ibu telah rela
Jak lôn tatèh, meujak lon tatèh
Beudoh hai aneuek tajak u Acèh
Meubèe bak ôn ka meubèe timphan
Meubèe badan bak sinyak Acèh
Mari ibu latih kamu berjalan 
Bangunlah anakku, mari pergi ke Aceh 
Sudah tercium wangi daun dari timphan
Seperti wangi tubuh anak Aceh
Allah hai Po Ilahon hak
Gampông jarak h’an trôh lôn woe
Adak na bulèe ulon teureubang
Mangat rijang trôk u nanggroe
Allah Sang Pencipta yang punya kehendak 
Jauhnya kampung(ku) tak sampai untuk ku kembali 
Seandainya (aku) punya bulu (sayap) untuk terbang 
Supaya lekas sampai ke nanggroe (= Aceh)
Allah hai jak lôn timang preuek
Sayang riyeuk jisipreuek panté
‘Oh rayek sinyak nyang puteh meupreuek
Töh sinaleuek gata boh haté
Kemarilah, nak, agar ibu dapat menimang engkau 
Sayangnya ombak memecah pantai 
Jika anak(ku) yang putih ini sudah besar 
Di manakah engkau akan berada nanti, anakku?
Lirik di kutip dari ceritabahasa.com
Salinan lirik lagu di atas adalah salah satu lagu yang saya favoritkan setelah bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh Lon Sayang kurang lebih 15 tahun lalu.
Lagu yang kala itu saya bertanya-tanya setelah tahu artinya, kenapa lagu ini menjadi backsound berita bencana saat itu.
Melihat artinya rasa-rasanya tidak terlalu sesuai dengan kondisi saat itu.
Tapi jika mendengar alunan nadanya, sangat menyayat hati.
Sangat pas menggambarkan kesedihan yang sangat mendalam saat ditinggal pergi orang-orang terkasih.
Sudah lama saya tidak mendengar lagu ini setahun belakangan.
Konon lagu ini sering dinyanyikan oleh para ibu yang tinggal di Nanggroe (baca: Aceh) ingin menidurkan anaknya.

Lagu ini berkisah tentang seorang ibu yang sedang mendendangkan lagu untuk membuat anaknya tertidur.
Isi lagu ini menggambarkan kondisi dan harapan-harapan sang ibu ketika anaknya besar nanti.
Seorang ibu yang sangat tegar dan ikhlas menurut saya untuk merelakan anaknya pergi.

Bait pertama lagu ini, sang ibu menceritakan kondisinya yang mungkin tidak dapat memberikan kebahagiaan bagi anaknya sebahagia keluarga lain. Mungkin Sang Pencipta lagu ingin menyampaikan bahwa hidup di dunia tidak selalu indah. Maka, mempersiapkan segala kemungkinan paling buruk lebih baik agar menjadi pribadi yang tangguh.
Bait kedua lagu dan ketiga, menggambarkan kondisi Indonesia saat itu khususnya aceh dalam masa peperangan. Sang ibu yang tegar merelakan anaknya pergi berjuang demi bangsa di mana ia berpijak dan tinggal. Bahkan, jika anaknya meninggal saat membela kehormatan bangsanya ibunya pun rela. Seorang ibu yang luar biasa. 
Bait keempat hingga keenam, gambaran sang ibu yang sedang mempersiapkan anaknya, agar dapat menjadi pahlawan bagi bangsanya. Walaupun begitu, ibu tetaplah ibu, setegar apapun dia, tetap ada kekhawatiran yang menyelimuti hatinya. Apakah anaknya menjadi orang yang berguna atau tidak.

Berulang-ulang saya baca artinya, barulah saya paham, mengapa lagu ini bergema setiap ada berita yang menayangkan kondisi pasca bencana saat itu. Lagu ini seperti memberikan kekuatan bagi warga yang tinggal di Aceh kala itu, melihat kondisi Aceh yang sangat porak-poranda seperti kota mati. Bahwa asal ada kegigihan dan tidak lupa tawakkal, dengan izin Allah, segala rintangan terasa ringan. Man Jadda Wa Jada.

Sekarang Aceh tersenyum, sangat senang pernah menjadi dan akan selalu menjadi bagian dari Aceh.

Bagi Sang Pengarang lagu, maaf jika saya menafsirkan lagu ini tidak sesuai dengan tafsiran yang sebenarnya. Ini hanya bentuk kecintaan terhadap kota yang sangat memberikan banyak kenangan, khususnya di masa kecil saya.

Aceh Lon Sayang
Share:

Lebaran

lebaran adalah sebutan lain dari hari raya bagi umat Islam. Lebaran bagi umat Islam terbagi menjadi 2 perayaan. pertama lebaran Idul Fitri kedua lebaran Idul Adha.

Pada lebaran idul fitri. kita bersama berpuasa sebelum merayakannya.

pada lebaran idul adha, kita merayakannya dengan memotong hewan qurban.
-H-
Share:

Bismillah

Bismillah di dalam transliterasi bahasa Indonesia terdiri dari sembilan huruf
Jika dalam tulisan Arab, terdiri dari tiga kata yaitu "bi" "ismi" "Allah"
Semua hitungannya ganjil
Tapi, kata ini memiliki dampak yang besar dalam kegiatan sehari-hari jika kita mengatakannya.
(Menurut Kepercayaanku)
Jika kita menyebutkan kata ini sebelum memulai apapun, maka kegiatan apapun itu bernilai ibadah.
Walaupun hanya memberi makan seekor kucing.

Maka, ku mulai dengan Bismillah untuk menjadi A Beginner Writer
Semoga tulisanku menginspirasi dan bermanfaat

_@H@_
Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Al-Baqarah Dan Kantong Ajaibku

Pada empat halaman awal, tak terlalu sulit untuk menghafal surat ini. Hal ini dikarenakan ayat-ayatnya masih familiar. Tantangan dimulai di...

Bee

Bee
Bee

Pages