To Become Experts of Islamic Economic

  • PERJALANAN

    Walau panjang, setiap perjalanan pasti menemukan tempat persinggahan yang abadi.

  • AIR

    Air sumber kehidupan, ku abadikan sumber kehidupanku di sini.

  • MESJID BAITURRAHMAN

    Sampai di sini itu perlu keyakinan, karena YAKIN maka sampai.

  • MOTIVASI

    Hal yang paling sulit itu adalah memotivasi diri sendiri, tapi jangan menyerah! Jika menyerah artinya kamu kalah.

  • SAMPAI KE PUNCAK

    Yang namanya menuju puncak pasti sulit, kadang harus melewati turunan juga tak bisa mengelakkan tanjakan. Tapi teruslah berjalan hingga kau sampai kepuncak. Lalu bebaskanlah dirimu.

  • SANG PEMBELAJAR

    Tidak ada kata tua dalam belajar, hidup yang dijalani semuanya pembelajaran, disetiap pembelajaran selalu ada ujian, untuk mengevaluasi diri, sejauh apa pembelajaran itu dipahami dengan baik, maka jangan bosan untuk selalu belajar.

  • KADERISASI

    Agar ilmumu menjadi amal jariyah dan berkembang, sebarkan dan buatlah kaderisasi.

Don’t Put Your Egg in One Basket

Saya coba menulis tentang investasi nih. Saya tertarik mengulas ini karena waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti ToT Pasar Modal Syariah yang diselengarakan oleh OJK. Saat ini, kita umat muslim sudah sangat dimudahkan dalam bermu’amalah dalam bentuk apa saja. Mulai dari perbankan, non perbankan seperti pegadaian, asuransi, dana pensiun dll, serta pasar modal. Saat ini kita tidak harus takut lagi untuk berinvestasi di lembaga keuangan apapun. Karena, prinsip syariah pada jasa keuangan sudah diterapkan. 

Pada kesempatan kali itu, salah satu tutor mengatakan bahwa “Don’t put your egg in one basket” yang dalam kalimat investasi bisa diartikan dengan “Jangan letakkan uangmu dalam satu bentuk investasi”. Seperti telur jika diletakkan dalam satu keranjang, ketika keranjangnya tersenggol atau jatuh, maka semua telur akan pecah semua. Sama halnya dengan investasi, uang kita harus diletakkan di beberapa model investasi dengan pertimbangan, jika salah satu investasi tidak berjalan sesuai harapan, makan masih ada jenis investasi lainnya. 

Dalam Islam, fungsi uang untuk berjaga-jaga diperbolehkan. Karena kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Maka menabung dalam bentuk investasi saham, sukuk atau reksadana dianjurkan. 

Nah, dunia kita saat ini sedang beradaptasi dengan kenormalan baru sejak dilanda covid-19. Beberapa bidang yang tadinya dapat menghasilkan keuntungan yang banyak sekarang lesu, malah industri yang tadinya tidak terlalu diperhitungkan menghasilkan keuntungan yang besar. Contoh yang paling konkrit seperti pabrik masker. 

Nah para kawla muda harus sudah bisa membaca ini, dan bersiap-siap dari sekarang agar tidak goyah di masa depan. Lagi-lagi nih, melalui K-Drama Start Up yang sedang On Going tayangnya, saya kembali diingatkan untuk bisa mengatur keuangan dengan baik dan tentunya membaca peluang. 

Pada salah satu karakternya, Han Ji Pyeong, dari muda sudah sangat jeli melihat peluang. Dia lebih baik menabung dari pada harus bermegah-megahan. Ya, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah. Semua expert selalu bermula dari the beginner. Jadi jangan cemas untuk menjadi pemula. Hingga pada saat dewasa Dia sudah menjadi investor yang diperhitungkan. 

Jangan lupa, nabi kita Muhammmad SAW juga begitu. Ditempah dari mudanya menggembala kambing, dan menjadi wirausaha muda pada usia dewasa dengan kejujurannya. Itu adalah bentuk integritas diri.

Kembali kepada investasi, teman-teman dari sekarang sudah bisa mensiasati bagaimana cara mengolah keuangan. Jangan hanya ditabung dalam bentuk tabungan saja. Tapi juga bisa ditabung dalam bentuk investasi seperti saham syariah, sukuk, reksadana syariah dan emas. Jika teman-teman kurang informasi mengenai saham syariah, teman-teman bisa datang ke bank syariah untuk berinvestasi sukuk atau reksadana syariah, ini lebih aman, karena dikelola oleh manajer investasi. 

So ayo gaes, yang muda yang berinvestasi nih. Kita tidak tahu apa yang terjadi hari esok, juga jangan lupa Muslim itu juga harus kaya kan, selain untuk melengkapi rukun Islam yang ke Lima juga bisa membantu mengembangkan peradaban melalui sekolah-sekolah, pasar-pasar dan sebagainnya. 

Ayo berinvestasi, investasi syariah tentunya. 
Share:

Tidak Ada Yang Salah Dengan Gangguan Kesehatan Mental


Agak berat ni kayaknya pembahasan kita kali ini. Atau mungkin mari kita membuatnya menjadi lebih ringan.

Saya salah satu penggemar K-Drama atau drama korea, tapi saya tidak suka yang bergenre romantis. Jika kebetulan ada materi yang bagus ya tidak terelakkan terpaksa ditonton juga. hehehe. Nah, sekitar beberapa bulan lalu saya tertarik dengan materi psikologi yang diulas dalam bentuk drama yang berjudul "Psycho, But It's Oke". Drama dengan materi psikologi ini menceritakan berbagai bentuk trauma yang dialami. Bahkan, ada rumah sakit khusus yang menangani pasien dengan latar belakangan trauma tertentu. Saya sendiri tidak tahu apakah di dalam dunia nyata ada rumah sakit seperti ini. Karena yang kita tahu, rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang kebanyakan pasiennya memang sakit hilang akal. 

Selain itu, beberapa hari lalu saya mencoba mendengarkan podcast yang dibuat oleh Iqbal Hariadi ft Audrey Maximilllian. Dengan Judul "Menjaga Kesehatan Mental Lewat Teknologi". Bahwa Audrey membuat perusahaan rintisan (start up) untuk membantu seseorang melepaskan bebannya. Salah satu peristiwa yang tak terlupakan ketika mereka merintis ini adalah salah satu temannya yang melakukan self harm (menyakiti diri sendiri) pada tengah malam. 

Pelajaran yang saya ambil adalah jangan sepele dengan orang-orang yang memiliki trauma masa lalu. Mungkin bagi kita itu hal biasa, tapi belum tentu dengan yang mengalaminya. Atau mungkin masalah yang dihadapi sama, tapi belum tentu cara penyelesaian dan penerimaan setiap orang sama. So, jangan menghakimi seenaknya. 

Nah, bagaimana dengan yang mengalami trauma tersebut. Saya coba membantu menginventarisir;
1. Tuliskan apa yang membuatmu terjebak dengan trauma masa lalu?
2. Jika sudah, coba dibagi mana yang bisa dibagi dengan orang lain mana yang tidak?
3. Yang tidak bisa dibagi, coba dituangkan dalam bentuk tulisan, setelah ditulis untuk melapangkan pikiran, bakar atau simpan itu bisa menjadi pilihan.
4. Lakukan pendekatan rohani, baca kitab suci, rukiyah atau dalam bentuk yang lain.
5. Atau mendatangi orang yang ahli dibidangnya untuk kita bisa bercerita
6. Nah, jika sungkan kamu bisa coba mengatasinya melalui teknologi (cara yang paling up to date saat ini). Cara ini kamu tidak harus keluar rumah, kamu bisa curhat secara online. Tanpa bertatap muka.

Bagaimana? 
Dan yang paling penting dari semuanya adalah cobalah menerima secara perlahan segala kesakitan, penderitaan yang terpaksa harus kamu lalui di masa lalu. Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas peristiwa tersebut. Dan yang harus kamu yakini adalah bahwa kamu tidak sendiri. Ada Tuhan yang selalu memberi rahmat dan rahman kepada hambaNya.

Saya tahu, ini mungkin terlihat mudah ketika dibaca. Akan, tetapi cobalah terus hingga akhirnya kamu terbiasa atau bahkan lupa. Ingat, Kamu tidak sendiri. Ada Saya.

Mungkin untuk awal, hanya ini dulu yang bisa saya bahas. 

Bisa menghubungi saya di:
IG        : @arridhahrp
FB        : Arridha Harahap
Twitter  : arridha.harahap
IN        : arridha harahap
Blog    : arridha.com


Share:

Dia Anak Manusia


Anak kecil itu sedang memulai dunianya
Dunianya tidak semulus teman-temannya yang lain
Tapi bukan berarti dia tidak bersyukur
Karena, dia tahu, masih banyak anak-anak sepertinya yang tidak senyaman dirinya.

Dia disayangi banyak orang 
Banyak yang memberikan perhatian kepadanya
Dari perhatian yang benar-benar tulus
Hingga perhatian yang sedikit usil

Dia sedang diajarkan banyak hal
Satu yang diinginkan ibunya
Bahwa dia harus percaya cara ibunya mendidiknya

Jangan membandingkan ibunya dengan ibu lainnya
Hanya itu yang ibunya harapkan 
Agar ibunya terus tetap kuat berada disisinya

Tidak ada ibu di dunia ini yang ingin melihat anaknya menderita 
Siapapun orangnya, apapun pekerjaannya
Sang ibu tak ingin anaknya tahu penderitaannya
Dan sang ibu tak ingin anaknya merasakan penderitaan 

Anak itu kini menapaki umurnya yang terus berkurang
Dan sang ibu berharap anaknya menjadi anak yang baik 
Begitulah harapan ibu dan semua orang yang menyayanginya 

23 Nov 2018


Share:

Aku Berdosa Kepada TuhanKu

 Ya Tuhan .....
Dalam beberapa keadaan, diam adalah solusi.
Tidak banyak berbicara agar tak menyakiti orang lain. 
Akan tetapi, di beberapa kesempatan yang lain berbicara adalah solusi. 

Sulit sekali menjalani amanahmu sebagai khalifah di bumi.
Tapi kita sudah bertemu dan berjanji sebelum kelahiran di bumi ini kepadaMu untuk menjalani ini. 
KepadaMu Tuhanku, kuatkan seluruh jiwa ragaku untuk melewati semuanya. 
Juga seluruh jiwa raga orang-orang yang sedang dalam kesedihan yang panjang.
Juga seluruh jiwa raga orang-orang yang sedang menjaga agamamu. 
Kepadamu aku berdosa ya Tuhanku. 

Tapi .....
Aku yakin, pengampunanmu lebih luas dari apapun. 
Jagalah aku dengan segala keyakinanku ya Rabbi.
Sampaikan maafku kepada orang-orang yg kusakiti hatinya. 
Bahwa kepergian hatiku dari sisi mereka adalah yang terbaik. 

Dengan segala kejadian di masa lalu yang membuat jiwaku terguncang. 
KepadaMu satu-satunya tempat mengadu y Rabbi. 
Kuatkan Aku. 

Jum’at 6 Nov. 16.40 wib
Share:

Dialog Kepesantrenan: "Arah Pesantren dalam Masa Pandemi"

    
    Bertepatan dengan hari santri pada tanggal 22 Oktober 2020, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhatul Hasanah, mengadakan dialog kepesantrenan dengan tema "Arah Pesantren dalam Masa Pandemi". Dialog ini mengundang pembicara dari tiga unsur yaitu STIT, Pesantren dan Guru. Dari STIT diwakili oleh KH. DR. Rasyidin Bina yang membahas tentang "Ketahanan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam", dari pesantren diwakili oleh Direktur Pesantren Ust. KH. Solihin Adin, MM yang membahas tentang "Kebijakan Pesantren di Masa Pandemi" dan terakhir dari kalangan guru diwakili oleh Ust. Kamaludin Hot Pasi, Lc yang membahas tentang "Perubahan Pesantren Dalam Sejarah dan Pemikiran".

Santri Kuat, Indonesia Sehat
    Slogan di atas adalah slogan yang digunakan pada hari santri kali ini. Tentunya ini sesuai dengan kondisi dunia internasional yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Istilah santri sangat erat kaitannya dengan siswa yang belajar di lembaga pendidikan yang disebut dengan pesantren. Pada masa pandemi ini, hanya pesantren yang diizinkan untuk mengikuti program KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tatap muka. Bukan tidak mengindahkan apa yang dianjurkan oleh pemerintah, tapi sedikit kemungkinan pesantren bisa melakukan kegiatan KBM dengan proses daring. Alasan yang pertama adalah murid-murid yang belajar di pesantren bukan berasal dari satu kota tertentu saja, ada yang berasal dari luar daerah bahkan pelosok daerah yang susah untuk mengakses internet. Kedua, pelajaran yang diajarkan di pesantren bukan pelajaran umum saja, atau dengan kata lain pelajaran yang disampaikan dengan bahasa Indonesia atau Inggris, tapi juga ada pelajaran bahasa Arab, seperti membaca kitab, mahfuzot, tafsir, nahwu dan lainnya yang tidak bisa dihandle oleh orang tua, seperti pelajaran daring yang dilakukan oleh sekolah non-pesantren. 

    Maka dari itu, pesantren tidak bisa melakukan KBM melalui daring. Untuk itu, maka pesantren memperbaiki sistem dalam pelaksanaan sehari-hari. Ust. KH. Solihin Adin, MM menyatakan bahwa pesantren merubah setiap sudut fasilitasnya dengan protokol kesehatan, seperti dibangunnya tempat cuci tangan dan penyediaan sabun di tempat-tempat strategis khususnya di depan asrama. Kebijakan yang lain adalah diwajibkannya penggunaan masker, guru yang tinggal di luar asrama harus cuci tangan sebelum masuk di depan gerbang, sementara ini orang tua hanya boleh menitipkan barang saja di pos satpam dengan kata lain tidak dibukanya jam berkunjung selama pandemi dan berbagai kebijakan lain yang disesuaikan dengan keadaan pandemi. Maka, yang diharapkan adalah kerjasama yang baik seluruh pihak, orang tua, guru-guru, santri, karyawan atau siapapun yang bersinggungan dengan pesantren. Kepada seluruhnya terkhusus orang tua untuk bisa mendo'akan guru-guru dan anaknya agar dapat beraktivitas dengan baik dan pastinya sehat. Kita sudah berusaha dan yang terakhir adalah berdo'a kepada Allah swt semoga kita semua dilindungiNya.

    Pada kesempatan dialog saat itu juga dikatakan bahwa dalam sejarahnya santri juga memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Dan saat ini santri melalui pesantren juga berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa melalui kurikulum yang dimilikinya. Melalui pemaparan ust. Kamal, pesantren terus bermetamorfosa dari tradisional, semi modern hingga modern. Sehingga, saat ini pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan yang bisa diandalkan. Pastinya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keIslaman yang menjadi asas pendirian pesantren.

    KH. DR. Rasyidin Bina berujar, bahwa setiap elemen dari huruf yang membentuk kata santri, masing-masing memiliki makna yaitu; S untuk Survive Anywhere, A untuk Agent of Change, N untuk Nasionalisme, T untuk Time Update, R untuk Religius Rasional, dan I untuk Intelektual Influence. Dari setiap pemaknaan tersebut penulis menyimpulkan bahwa pesantren sedang dan akan terus mempersiapkan dirinya sebagai lembaga dan santrinya sebagai seorang muslim yang kokoh, intelektual, pastinya juga taat. Bahwa pesantren dengan sistem yang dimilikinya merupakan benteng pertahanan yang kuat untuk juga andil dalam perkembangan peradaban, khususnya peradaban Islam.

    Dan terakhir saya memohon doa kepada seluruh pembaca, untuk membacakan doa kepada pesantren di mana saya mengajar khususnya, dan semua lembaga pendidikan Islam pada umumnya. Untuk dapat tetap tegar dalam kondisi apapun. Al-Faatihah.

Share:

Covid-nya Dari China, Barang Dagangannya Jangan Dong ...

Kalau sudah bicara Corona atau Covid-19 (Corona Virus Diseas 2019) pasti seru pembahasannya. Di Indonesia virus ini seperti lagunya Utopia "Antara Ada dan Tiada". Ada, karena orang yang meninggal disebabkan terjangkit virus ini sangat banyak. Bahkan virus ini masuk ke dalam istilah pandemi, yang artinya jangkauan wabahnya mencakup seluruh dunia. Tiada, terkhusus di Indonesia, virus yang cara memutus rantai penyebarannya ini harus cuci tangan, memakai maker dan social distancing hanya segelintir orang yang menerapkannya. Protokol kesehatan seperti tidak diindahkan. 

Bagaimanapun Covid-19 yang antara ada dan tiada ini, merubah pola kehidupan masyarakat tentunya. Peran digital dalam kehidupan sehari-hari semakin hari semakin meningkat. Sekolah dan kampus masih dianjurkan melalui jarak jauh hingga akhir tahun ini. Kantor menggunakan sistem shift dengan melakukan WFH (Work From Home) untuk mengurangi jumlah pegawai yang masuk. Supermarket menawarkan delivery order until mengurangi datangnya pengunjung. Bahkan kebutuhan pokok saja, seperti sayur dan ikan sudan bisa dibeli secara daring. Dan yang beli parah adalah PHK yang banyak terjadi, karena para perusahaan harus memangkas biaya produksi yang tidak terpenuhi.

Ada hal yang menarik karena perubahan pola kehidupan ini. Saat ini perkembangan bisnis online sangat pesat karena perubahan pola tersebut. Tanpa harus keluar rumah, kini rumah tangga sudah bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Baik karena memproduksi sendiri apa yang akan dijual maupun menjadi perpanjangan tangan dari supplier yang sudah ada. Rumah tangga yang memproduksi sendiri perlahan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi di sekitarnya. Sedangkan rumah tangga yang menjadi reseller dapat menambah penghasilan dalam keluarganya. Namun, yang membuat sedih adalah tak jarang bahkan banyak barang-barang yang dijual berasal dari negara yang terdikteksi virus Covid ini pertama kali. China. Sudah cukup virusnya saja, barangnya jangan lagi. 

Betul memang, harga yang ditawarkan bersaing. Tapi bagaimana dengan nasib pedangang dalam negeri? Lalu, apa hubungannya? Jelas ada hubungannya. Mari belajar dari Korea Selatan, saat ini mereka terkenal dengan produksi jasa layanan bedah plastik dan dibarengi dengan produksi barang yaitu kosmetik. Bagaimana cara pergerakan masif mereka, tanpa kita sadari dengan menonton drama korea, kita diinformasikan tentang produk yang dipakai si artis dan tak jarang mereka memberitakan metamorfosa wajah artis sebelum dan sesudah menjadi artis. Sangat halus mereka menjejali kita dengan informasi-informasi demikian. 

Tidak hanya korea selatan, Malaysia sangat gencar dalam memproduksi bidang jasa yakni jasa layangan keuangan syariah, mereka sangat terkenal dengan hasil-hasil riset yang berisu ekonomi Islam. Bahkan Malaysia, melalui IHAB (Internasional Halal Authority Board) menjadi salah satu tempat dunia membuat sertifikat halal bagi produk mereka.

Sulit memang, tapi jika bersatu apa yang tidak mungkin. Mari bantu pedagang dalam negeri dengan menjadi perpanjangan tangan dalam mendistribusikan barang mereka. Jika bisa memajukan negara sendiri, mengapa harus memajukan negara orang lain. Kita hidup di Indonesia, kita warga Indonesia, jika Indonesia dijajah maka sebenarnya yang terjajah adalah kita. 

Mari kembali ke produk dalam negeri. Aku, Kamu, Kita Bersama-sama.

NB: Tulisan ini saya persembahkan untuk teman saya Mawaddah Irham, karena kekhawatirannya tulisan ini muncul. Mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi dan bisa sedikit mengedukasi.
Share:

Agar Bisa Berumur Panjang, Membaca dan Menulislah.

 Agar bisa berumur panjang, maka membaca dan menulislah. 

Inilah pesan lain yang ku tangkap usai membaca buku karangan Radinal Mukhtar Harahap yang berjudul "Literasi Santri". Secara pribadi mungkin orang berpikir, aku berlebihan, tapi memang begitulah kenyataannya. Di lembar-lembar awal buku, aku terharu karena malu. Ini buku ke dua setelah berbulan-bulan lamanya aku tidak pernah menghabiskan buku yang ku baca. Mungkin terlihat sederhana, tapi tidak dengan isinya. Bagiku sebagai penulis pemula, buku ini sangat membakar semangat untuk bisa berbagi dari cara yang aku bisa yaitu ilmu. Mari kita berjalan-jalan ke dunia baca-tulis yang ternyata sangat menyenangkan.

Buku ini dibuka dengan wahyu pertama yang disampaikan oleh Malaikat Jibril ke Nabi Muhammad SAW yaitu Iqra'. Bacalah. Dalam literasi bahasa Arab, Iqra' adalah kalimat perintah, yang artinya ada penekanan di sana. Makna yang tersirat adalah membaca adalah sebuah keharusan. Seperti pintu doraemon, maka ketika membaca kamu akan masuk ke dunia yang kamu inginkan. Membaca akan membangun sebuah peradaban. Maka tak heran, peradaban yang pertama kali terbangun adalah peradaban yang tercipta oleh umat Islam. Karena umat Islam dari awal kemunculannya di awali dengan kata perintah, BACALAH!

Mengapa susah menulis? 
Ya benar, karena tidak dibarengi dengan membaca. Di dalam buku ini, kita diingatkan juga agar tidak menjadi penulis yang menuliskan karyanya dengan asal jadi. Dengan kata lain jangan menyesatkan. 

Juga, setelah membaca jangan lupa untuk dituliskan, agar apa yang kamu tahu, tidak berhenti di kamu seorang diri. Begitu mudahnya mencari amal di tengah fitnah akhir zaman yang sangat menyeramkan ini bukan?. Membaca dan menulis atau menulis dan membaca adalah ibarat kembar siam yang tidak bisa dipisahkan. 

Ada kalimat yang saya garis bawahi dalam buku ini yang lagi-lagi membuat saya malu. Pernyataan H. Abdul Somad, Lc, MA yang beliau tuliskan pada sampul buku Warisan Intelektual Ulama Nusantara yaitu "Buku Warisan Intelektual Ulama Nusantara ini menyadarkan kita bahwa ternyata nenek moyang kita bukan copy-paste, tetapi pemikir, penulis, pejuang dan berdinamika. Kita malu menjadi generasi yang pasif. Buku ini membangkitkan spirit sekaligus cambuk kreativitas." Yang tebersit di benak saya adalah selama ini, waktuku sudah dihabiskan untuk apa saja? Bagaimana dengan kamu?

Jihad. Bahwa menulis dan membaca adalah jihadnya masa kini. Bahwa menulis adalah bentuk dari pembuktian diri. Bahwa menulis tidak harus yang berat-berat, asal tulisan itu memiliki manfaat bagi pembaca maka tulisan itu sudah sampai pada tujuannya. Mari menulis, karena ketika menulis kita pasti melewati proses membaca. Sekali dayung satu dua pulau terlampaui, untung bukan?.
Maka mulailah dari sekarang, Jihad saat ini tidak mesti ke medan perangkan?, maka untuk hal-hal berikut apa kamu-pun tidak sanggup untuk melewatinya?

"Apakah ada jihad yang menunggu waktu luang?", "Menanti fasilitas terpenuhi?", "Mengharap pembimbing penuh dari huruf pertama hingga huruf terakhir?"

Bagaimana? Kamu berjiwa muda? kamu pasif atau aktif?

Saya pakai istilah berjiwa muda, karena sesungguhnya tidak ada kata tua atau terlambat dalam memulai apapun, belajar apapun. LONG LIFE EDUCATION. Ketika kita berhenti, maka artinya kita mati. Menurut saya mati secara makna lebih menyakitkan daripada mati secara jasad. Mati secara makna, kamu hidup tapi seperti orang mati. Astagfirullahal'azim.

Pada buku ini, kita akan disuguhkan banyak sekali karya dari orang-orang yang mengenyam pendidikan di pesantren, yang siswanya disebut dengan istilah SANTRI. 

Kamu santri? Membacalah!
Kamu santri? Menulislah!
Kamu santri? Berkaryalah!

Ingat! Peradaban berkembang berasal dari umat Muslim.
Dengan menulis walau jasadmu telah mati, tapi jiwamu tak akan pernah mati. 
Jiwamu, namamu dan tulisanmu masih terus bersama dengan para pembaca dan penikmat karyamu. 


Terima kasih Ust. Radinal M. Harahap. Semoga terus lahir karya-karya selanjutnya.
Dan juga dengan saya ..... Aamiin.
Bismillahirrahmanirrahim.


Share:

Search Here

Recent Posts

Categories

Most Popular

Total Pageviews

Yang di Unggulkan

Don’t Put Your Egg in One Basket

Saya coba menulis tentang investasi nih. Saya tertarik mengulas ini karena waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti ToT Pasar Modal Syar...

Bee

Bee
Bee

Pages